Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Hambalang

Kuasa Hukum: Mas Anas Bilang, Berani Enggak KPK Panggil SBY?

Sebagai saksi terkait dugaan gratifikasi pembelian Toyota Harrier yang diduga berasal dari uang suap dari proyek Hambalang.

Kuasa Hukum: Mas Anas Bilang, Berani Enggak KPK Panggil SBY?
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menantang KPK untuk memeriksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai saksi terkait dugaan gratifikasi  pembelian Toyota Harrier yang diduga berasal dari uang suap dari proyek Hambalang.

Sementarai itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tidak menemukan aliran dana dari SBY ke Anas. KPK juga menemukan bukti bahwa uang pembelian mobil itu berasal dari perusahaan M Nazaruddin.

Pernyataan Anas tersebut disampaikan kepada kuasa hukumnya, Handika Honggowongso yang membesuknya di Rutan KPK, Jakarta, Selasa (25/3).

"Tadi Mas Anas bilang, berani enggak KPK panggil SBY untuk diperiksa dan ditanya sebagai saksi soal itu. Kalau KPK enggak mau atau enggak berani memanggil SBY, bagaimana bisa mengukur kebenaran dan mengungkap kebenaran dan fakta-fakta tersebut," kata Handika Honggowongso.

Menurut Handika, Anas yakin KPK berani memeriksa SBY. "Kalau enggak berani, kenapa KPK ini?. Kan enggak ada larangan KPK panggil presiden sebagai saksi," lanjut Handika menirukan Anas.

Pada pemeriksaan Jumat (21/3/2014), kepada penyidik Anas  mengaku membeli mobil Toyota Harrier itu dengan mencicil kepada M Nazaruddin.

Anas mengaku mendapat uang secara tunai Rp 250 juta dari SBY selaku petinggi Partai Demokrat karena dianggap berkontribusi pada pemenangan Pemilu 2009. Dan ia menggunakan Rp 200 juta dari pemberian SBY itu untuk uang muka pembelian mobil Harrier tersebut.

Pengacara Anas lainnya yakni Firman Wijaya menjelaskan, uang tersebut diberikan Presiden SBY di Cikeas. "Diberikan secara tunai dan ada saksinya," ujar Firman Wijaya.

Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha telah membantah Presiden SBY memberikan uang kepada Anas. Menurutnya, selama ini SBY tidak pernah memberikan uang semacam itu.

Namun Anas justru mempertanyakan Julian Pasha yang dianggapnya tidak tahu masalah uang itu. ."Mas Anas bilang, memang Julian tahu apa? Kan waktu itu (kejadian) dia belum jadi staf khusus presiden'," kata Handika.

Dalam pertemuan di rutan itu, sambung Handika, Anas kembali menegaskan, SBY memberikan uang Rp 250 juta kepada dirinya pada sekitar September 2009 sebagai ucapan terima kasih atas kontribusinya memenangkan Pileg dan Pilpres 2009.

"Jadi, dia (Julian Pasha) enggak tahu fakta sebenarnya tentang bagaimana uang Rp 250 juta itu diberikan secara langsung dari SBY ke Anas di kediaman setelah KPU menetapkan pemenang pemilu. (tribunnews/win/coz)

Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...
Tags:
SBY
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas