Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemendikbud Susun Road Map Pengembangan Mobil Listrik

Yang tadi itu baru prototype. Ini sudah masuk pada fase kedua yakni prototype," imbuhnya.

Kemendikbud Susun Road Map Pengembangan Mobil Listrik
Warta Kota/Alex Suban
Pengunjung mencoba kendaraan listrik Zbee di arena pameran kelistrikan di Kantor Pusat PLN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2013). Dalam pameran itu juga ditampilkan berbagai produk kelistrikan termasuk mobil listrik Evina dan stasiun pengisian listrik. (Warta Kota/alex suban) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyusun road map pengembangan mobil listrik nasional yang pada 2015-2016 sudah masuk pada proses pabrikasi.

Menurut Mendikbud Muhammad Nuh, mobil listrik nasional tersebut akan diuji coba untuk menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Sukabumi. Mobil listrik yang diuji coba dengan tagline 'Tour de Java Mobil Listrik Nasional Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya' tersebut termasuk prototype yang masih dikembangkan.

"Kami sudah susun road map pengembangan mobil listrik. 2015-2016 sudah masuk pada fase proses pabrikasi atau penggunaan massal di road mapnya," ujar Nuh di kantor Kemendikbud, Jumat (2/5/2014).

Nuh mengharapkan pengembangan mobil listrik nasional tersebut benar-benar dikuasai teknologinya. Baik dari sisi komponen maupun design mobil itu sendiri. "Yang tadi itu baru prototype. Ini sudah masuk pada fase kedua yakni prototype," imbuhnya.

Sebelumnya, Nuh menyatakan setelah teknologi mobil listrik dikuasai, maka akan masuk dalam sistem design. Seperti bagaimana merancang sasis mobil, berat mobil, kekuatan motor, sampai energi yang digunakan.

"Mobil listrik merancang sendiri dari chasis, berat, kekuatan motor. Itu sampai dihitung sampai berapa jam berjalan untuk jalan tanjakan, katakan 20 derajat kemiringannya, berapa energi yang digunakan. Tiap 100 kilometer dievaluasi. Ada titik evaluasi. Jadi dari berangkatnya saja sudah beda," tuturnya.

Ikuti kami di
Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Rendy Sadikin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas