Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rakyat Sumbang Jokowi-JK Rp 48 Miliar

Dukungan rakyat untuk calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla kian tak terbendung. Bukan sekadar ucapan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rakyat Sumbang Jokowi-JK Rp 48 Miliar
Warta Kota/henry lopulalan
Jokowi - JK 

Dari Sabang sampai Merauke rakyat berduyun-duyun menyumbang untuk Jokowi-JK. Pasangan Prabowo-Hatta mengikuti.

Jakarta - Dukungan rakyat untuk calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla kian tak terbendung. Bukan sekadar ucapan, mereka beramai-ramai mengisi rekening dana  Gotong Royong Jokowi-JK. Tercatat per tanggal 16 juni 2014, dana sumbangan masyarakat untuk pasangan nomor urut dua ini telah mencapai Rp48 milyar lebih.

"Nominal sumbangan berbeda-beda, ada yang sepuluh ribu, ada yang seratus ribu," kata Joko Widodo di Jakarta, Senin 16 Juni. Para penyumbang dengan identitas yang jelas itu berasal dari Sabang sampai Merauke.

Dalam catatan bank di tiga rekening Jokowi-JK, sumbangan berasal dari sedikitnya 39.204 pihak individu dan 7 perusahaan. Totalnya berjumlah Rp48.176.444.470,-

Adapun sumbangan Gotong-Royong tersebut disalurkan ke tiga rekening bank atas nama Joko Widodo dan Jusuf Kalla:

1. BRI no.122301000172309,

2.Mandiri no.070-00-0909096,

Rekomendasi Untuk Anda

3.BCA no. 5015.500015.

Pada mulanya, pembukaan rekening gotong-royong oleh Jokowi-JK ini dikritik oleh pihak tim kampanye Prabowo-Hatta. "Dari awal, kenapa PKS berkoalisi dengan Prabowo-Hatta? Karena mereka itu tegas menyatakan tidak akan meminta-minta amunisi kepada rakyat yang masih banyak hidup dalam kesulitan ekonomi," kata politisi PKS, Mahfudz Siddiq, seperti ditulis JPNN.com, 5 Juni 2014.

Mahfudz Siddiq, mengancam Prabowo-Hatta bahwa partainya akan menjadi yang pertama keluar dari koalisi pendukung Prabowo-Hatta jika pasangan ini melakukan hal serupa.

Belakangan, Prabowo-Hatta ternyata melakukan langkah serupa, mereka mengikuti langkah Jokowi-JK dengan membuka rekening untuk menampung sumbangan dari masyarakat melalui Komite Dana Aspirasi Indonesia Bangkit. Komite ini membuka rekening Dana Aspirasi Indonesia Bangkit di Bank Mandiri.

Adapun ancaman Mahfudz Siddiq untuk membawa PKS keluar dari koalisi partai pendukung Prabowo-Hatta tak terdengar lagi semenjak rekening itu dibuka. (skj) (Advertorial)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas