Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Sidang Paripurna DPR Doakan Mendiang Laurens Bahang

Dalam pidatonya, Pramono mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan arwah almarhum Laurens Bahang Dama.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sidang Paripurna DPR Doakan Mendiang Laurens Bahang
TRIBUN/DANY PERMANA
Anggota DPR RI dan DPD RI menghadiri sidang bersama yang akan mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014). Pidato Kenegaraan tersebut disampaikan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-69 yang jatuh pada 17 Agustus 2014. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Pramono Anung membuka Sidang Paripurna DPR membahas RAPBN 2015 bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dihadiri seluruh anggota DPD-DPR RI, Jumat (15/8/2014).

Dalam pidatonya, Pramono mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan arwah almarhum Laurens Bahang Dama.

"Telah meninggal sahabat kami Laurens Bahang Dama, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional," kata Pramono di Ruang Sidang Paripurna DPR RI, Senayan, Jumat (15/8/2014).

Pramono mengatakan, DPR berduka atas meninggalnya Ketua Komisi V DPR RI tersebut.

Diketahui, Laurens meninggal akibat tersetrum listrik saat hendak menolong putrinya yang lebih dulu tersetrum. Laurens Bahang Dama menghembuskan nafas terakhir di RS Surya Husada, Denpasar, Bali, Rabu(13/8/2014) pukul 18.35 Wita.

Menurut penuturan putri almarhum, Riani Dama, Laurens dilarikan ke rumah sakit akibat terkena aliran listrik atau kesetrum.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari informasi yang di himpun Tribun Bali, meninggalnya Laurens disebabkan saat menolong putri keduanya, Serli Dama yang saat itu berteriak meminta tolong terkena setrum.

Namun ketika akan saat menolong itulah, Laurens Dama justru terkena setrum juga.

"Saat Bapak membantu Serli, justru dia terkena setrum," kata Riani sambil meneteskan air mata.

Saat dilarikan ke rumah sakit Laurens Dama masih dalam keadaan sadar. Akan tetapi setibanya di rumah sakit nyawa Laurens Dama tidak tertolong lagi.

"Begitu sampai rumah sakit jiwanya tidak tertolong lagi," kata sala seorang perawat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas