Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Loyalis Anas Beda Sikap dengan Fraksi Demokrat Terkait RUU Pilkada

"Gubernur perpanjangan tangan pemerintah pusat dipilih secara demokratis," kata Pasek.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Loyalis Anas Beda Sikap dengan Fraksi Demokrat Terkait RUU Pilkada
HO/Komunitas Pemilih Dua
Gede Pasek Suardika, anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika memiliki pandangan berbeda dengan partainya dalam rapat paripurna pembahasan RUU Pilkada. Partai Demokrat memilih sikap Pilkada langsung dengan 10 catatan.

Namun, loyalis Anas Urbaningrum itu punya pandangan lain. Menurut Pasek pilkada langsung dan tak langsung disesuaikan dengan karakteristik daerah.

"Jalan tengah dari dua sisi tersebut, otonomi di kabupaten/kota dilakukan pilkada langsung. Gubernur perpanjangan tangan pemerintah pusat dipilih secara demokratis," kata Pasek diruang rapat Paripurna, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/9/2014).

Pasek mengatakan hal itu dilakukan agar tidak ada persaingan antara kepala daerah dan wakilnya. Maka, ia menilai kepala daerah sendiri yang memilih wakilnya.

"Jadi pilkada langsung di kabupaten/kota, sedangkan Gubernur perpanjangan tangan pemerintah pusat,  pemilihan lewat DPRD. Bupati dan Walikota daerah otonom dia harus dipilih secara langsung," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas