Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Syarief Bantah Kader Demokrat Tak Patuh Perintah SBY

Ketua Umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan kepada kadernya di parlemen mendukung Pilkada langsung

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Syarief Bantah Kader Demokrat Tak Patuh Perintah SBY
Tribunnews/Herudin
Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung, Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto, dan anggota DPR lainnya berdiskusi saat sidang paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2014). Fraksi-fraksi di DPR harus melakukan lobi untuk menentukan voting pengesahan RUU Pilkada dengan pilihan Pilkada langsung atau Pilkada melalui DPRD. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan kepada kadernya di parlemen mendukung Pilkada langsung dengan syarat perbaikan 10 poin. Namun pada kenyataannya, saat rapat paripurna pengesahan Rancangan Undang Undang Pilkada para kader Demokrat melakukan aksi walkout.

Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan membantah para kader Demokrat tidak taat pada perintah SBY yang menghendaki Pilkada langsung. Menurutnya, opsi ketiga Demokrat tidak didukung oleh mayoritas fraksi saat melakukan lobi di sela rapat paripurna.

"Bukan begitu, saya sudah menginstruksikan supaya (kader) itu bertahan. Rupanya di lobi fraksi berkata lain," kata Syarief di gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Pria yang menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM mengatakan, partainya sudah memiliki hitungan terkait aksi walkout yang dilakukan. Kembali lagi dia menegaskan opsi ketiga partainya yang menginginkan 10 poin perbaikan tidak diterima oleh fraksi.

"Ya kami sudah memprediksikan begitu (walkout). Waktu lobi fraksi kami tidak mendapat dukungan dari manapun," tuturnya.

Syarief pun mengaku kecewa dengan pimpinan rapat Paripurna Priyo Budi Santoso yang terlalu cepat menyimpulkan dua opsi dan segera mengetok palu. Seharusnya kata Syarief, Priyo jangan terlalu cepat mengetok palunya tanpa mempertimbangkan opsi ketiga partainya.

"Seharusnya jangan secepat itu ketok palu. Tetapi ya itulah karena pimpinan yang memegang kekuasaan, ya dia langsung ketok palu," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas