Edhy Prabowo: KPK Jangan Bermain Politik Praktis
Pernyataan Abraham Samad itu sebagai pimpinan KPK atau pribadi. Kalau sebagai pimpinan KPK tentu tidak etis, kalau atas nama pribadi silakan
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Sugiyarto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum partai Gerindra Edhy Prabowo mempertanyakan pernyataan yang dilontarkan Ketua KPK Abraham Samad apakah mewakili lembaga yang diketuainya atau pernyataan atas nama pribadi terkait Setya Novanto. Menurutnya, kalau atas nama pimpinan KPK tidak etis.
"Pernyataan Abraham Samad itu sebagai pimpinan KPK atau pribadi. Kalau sebagai pimpinan KPK tentu tidak etis, kalau atas nama pribadi silakan," ujar Edhy di gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/10/2014).
Edhy menuturkan, sebaiknya KPK fokus mengurusi masalah koruptor dan tidak ikut mengurusi persoalan politik. Partai Gerindra, kata Edhy sangat mendukung keberadaan KPK dalam memberantas korupsi dan hukum harus ditegakkan.
"KPK jangan main politik praktis. KPK fokus saja pemberantasan korupsi," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kecewa atas terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019.
Pasalnya, Setya selama ini dikerap berurusan dengan sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani lembaga penegak hukum.
"Sebenarnya KPK menginginkan Ketua DPR yang terpilih itu orang yang bersih dan tidak punya keterkaitan dengan kasus-kasus hukum, jadi KPK juga Kecewa degan terpilihnya ketua DPR baru," kata Abraham Samad ditanyai wartawan melalui pesan singkatnya, Kamis (2/10/2014).