Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ini Usulan Menag ke Pemerintah Arab Saudi Soal Jemaah Haji Indonesia

Menag juga menyampaikan beberapa usulan kepada Menag Haji Arab Saudi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini Usulan Menag ke Pemerintah Arab Saudi Soal Jemaah Haji Indonesia
Tribun Kaltim/Kholish Chered
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kemeja putih) memantau persiapan tenda jemaah haji menjelang puncak haji di Arafah yang jatuh 3 Oktober, Selasa (30/9/2014). 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah kesibukannya sebagai Amirul Haj, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin melakukan pertemuan Menteri Haji Arab Saudi, Bandar bin Muhammad Hajjar.

Selain menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas segala perhatian, bantuan, dan upaya pemerintah Saudi Arabia untuk terus meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji dari berbagai negara, Menag juga menyampaikan beberapa usulan kepada Menag Haji Arab Saudi.

Usulan yang disampaikan Menag antara lain terkait penambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia mengingat masa tunggu yang sudah mencapai 20 tahun. Jika memungkinkan, Menag berharap penambahan kuota haji Indonesia itu bisa dilakukan dengan mengalihkan kuota yang tidak terpakai dari negara negara lain. Meski belum memperoleh jawaban pasti akan tetapi Menteri Haji sangat memperhatikan aspirasi yang disampaikan.

Selain itu, Menag juga mengusulkan kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk dapat menambah fasilitas toilet, hambal dan AC, baik di Arafah maupun Mina. Termasuk usulan penempatan jemaah haji Indonesia di wilayah yang dekat dengan Jamarat (tempat melempar jumrah). Hal itu dengan pertimbangan fisik jemaah Indonesia lebih lemah dibanding dengan jemaah haji negara-negara lain.

Jika hal itu tidak dapat dilakukan, atas nama kesetaraan bagi seluruh bangsa, Menag mengusulkan bahwa semestinya penempatan perkemahan jemaah haji dilakukan dengan sistem qur’ah (diundi).

Terkait dengan usulan ini, Menteri Haji Saudi meminta agar masyarakat Indonesia dapat memahami kondisi faktual di Mina yang dibatasi oleh ketentuan Rasulullah yang tidak dapat diperluas. Pemerintah Arab Saudi berinisiatif membangun gedung-gedung bertingkat di atas bukit-bukit Mina, akan tetapi hal ini tidak mudah diterima dari sisi syariah. Para jemaah haji juga umumnya tidak dapat menerima penempatan mereka di tempat ini.

Menteri Haji Arab Saudi berharap Kementerian Agama Republik Indonesia dapat mensosialisasikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi pemerintah Arab Saudi yang tidak mudah. Semua proyek perluasan dan fasilitas yang diberikan demi memberi kenyamanan dan memprioritaskan keselamatan kepada seluruh jemaah haji. (Kholish Cered)

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas