Tribun

Isu Jokowi Tinggalkan Relawan Sengaja Dihembuskan oleh Mafia yang Mau Kuasai Negara

Mereka disinyalir sengaja menghembuskan isu sesat tersebut agar nantinya leluasa mengatur dan mempermainkan Jokowi dan negara

Isu Jokowi Tinggalkan Relawan Sengaja Dihembuskan oleh Mafia yang Mau Kuasai Negara
surya/sugiyono
Orkes Dangdut Koplo menghibur Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran Jl Proklamasi Gresik dalm syukuran Presiden terpilih Jokowi-JK, Sabtu (6/9/2014).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Adanya wacana bahwa presiden terpilih Joko Widodo akan meninggalkan relawan yang telah mendukungnya selama pilpres diduga dimunculkan oleh mafia. Mereka disinyalir sengaja menghembuskan isu sesat tersebut agar nantinya leluasa mengatur dan mempermainkan Jokowi dan negara.

"Jokowi meninggalkan relawan adalah wacana yang dibangun mafia. Saat ini tak sedikit suara yang menuduh Jokowi sudah meninggalkan relawan, seolah-olah Jokowi sudah berubah dan terjebak dalam jejaring kepentingan pragmatis partai politik. Itu adalah wacana yang menyesatkan yang dibangun oleh mafia ekonomi dan poltik. Mafia-mafia ini berkepentingan menjauhkan Jokowi dari relawan supaya mereka leluasa mengatur dan mempermainkan Jokowi dan negara ini," kata Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews.com, Senin(13/10/2014).

Boni mengatakan momentum pelantikan tanggal 20 Oktober adalah peluang besar bagi relawan untuk kembali berkonsolidasi dan menyatukan barisan membela dan menjaga Jokowi.

"Dukungan akan terwujud melalui kehadiran ribuan relawan di Monas, depan istana negara pada tanggal 20 Oktober. Ini juga akan menjadi momentum kebersamaan dan konsistensi relawan mengawal jokowi dan sebaliknya," kata Boni yang juga salah satu relawan Jokowi ini

Dengan kata lain, lanjut Boni, relawan dan Jokowi tidak pernah dan tidak akan terpisahkan karena relawan adalah kekuatan utama Jokowi. Jokowi juga menyadari itu dengan sangat baik. Melawan Koalisi Merah Putih (KMP) yang liar dan keras, diperlukan dukungan relawan yang kuat sebagai representasi masyarakat sipil.

"Partai pendukung saja tidak cukup dalam mengawal pemerintahan Jokowi,"ujarnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas