Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Anggota DPR: Siaran Pernikahan Raffi-Nagita Berlebihan

"Bila dianggap sebagai informasi, perkawinan seorang selebritis bisa dikupas dalam waktu 2 menit," kata Aboe Bakar.

Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Anggota DPR: Siaran Pernikahan Raffi-Nagita Berlebihan
TRIBUNNEWS.COM/WILLEM JONATA
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Gigi) usai akad nikahjumpa pers setelah akad nikah di Ritz Carlton, Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy, memberikan tanggapannya soal polemik pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina secara langsung selama dua hari berturut-turut di TransTV.

"Frekuensi itu milik publik, jadi stasiun TV seharusnya benar-benar memerhatikan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS)," kata Aboe Bakar ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (17/10/2014).

Menurut dia dalam P3-SPS itu pada pasal 11 diatur "Lembaga penyiaran wajib memperhatikan kemanfaatan dan perlindungan untuk kepentingan publik.

"Saya tidak tidak melihat adanya kemanfaatan dan perlindungan kepentingan publik disini.  Tak ada edukasi yang dapat di rasakan oleh publik disini," kata politisi PKS ini.

Demikian pula, kata Aboe Bakar, pada pasal 13 ayat 2 dikatan "Program siaran tentang permasalahan kehidupan pribadi tidak boleh menjadi materi yang ditampilkan dan/atau disajikan dalam seluruh isi mata acara, kecuali demi kepentingan publik".

Sepertinya, menurut Aboe Bakar,  jam tayang yang diberikan untuk siaran langsung pernikahan itu sudah over dosis.

"Bila dianggap sebagai informasi, perkawinan seorang selebritis bisa dikupas dalam waktu dua menit," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun demikian, Aboe Bakar mengatakan kegiatan privat ini menggunakan frekuensi hingga dua hari.

Hal selanjutnya yang dkiritisi Aboe Bakar adalah tampilan seperti ini dapat meningkatkan "gap" kesenjangan sosial.

"Dimana mayoritas masyarakat masih megalami keterbatasan dan banyak hidup dibawah garis kemiskinan.

Sedangkan tayangan di televisi selama dua hari berturut-turut menyajikan perkawinan mewah yang  berbiaya milyaran rupiah. Saya rasa ini tidak baik untuk konsumsi publik. Jadi seharusnya stasiun televisi harus lebih dewasa," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas