Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penghina Presiden Ditangkap

Arsyad Wajib Lapor Perdana ke Mabes Polri

Ini merupakan wajib lapor perdana Arsyad usai penahanannya ditangguhkan penyidik pada Senin (3/11/2014).

Arsyad Wajib Lapor Perdana ke Mabes Polri
Warta Kota/Adhy Kelana (Kla)
M Arsyad mendapat peluk-cium sang bunda ketika tiba dirumah, usai dibebaskan dan mendapatkan penangguhan penahan untuk kembali ke keluargaganya di Jalan Haji Jum RT 09/01, Ciracas Jakarta Timur, Senin (3/11/2014). Presiden Joko Widodo memberikan maaf kepada M Arsyad yang diduga menghina kepala negara di Jejaringan Sosial. (Warta Kota/Adhy Kelana) *** Local Caption *** 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arsyad alias Arsyad Assegaf alias Imen (23), tersangka penghina Presiden Joko Widodo di dunia maya melaksanakan wajib lapor ke Mabes Polri, Selasa (4/11/2014).

Ini merupakan wajib lapor perdana Arsyad usai penahanannya ditangguhkan penyidik pada Senin (3/11/2014).

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, Arsyad datang menggunakan jaket ke Mabes Polri didampingi kuasa hukumnya Abdul Azis.

"Ke sini dalam kaitan wajib lapor, ini yang pertama. Karena memang dia (Arsyad) harus wajib lapor seminggu dua kali," kata Abdul Azis di Mabes polri.

Usai melakukan wajib lapor, Arsyad bersama kuasa hukumnya langsung meninggalkan Mabes Polri.

Untuk diketahui, meski penangguhan telah dikabulkan namun proses hukum Arsyad tetap berjalan.

Dan selama pemberkasan, Arsyad akan terus diwajibkan lapor pada penyidik seminggu dua kali, yakni Senin dan Kamis.

BACA JUGA BERITA LAIN ARSYAD :

Minggu Ini Berkas Perkara Muhammad Arsyad Rampung
Henry Yoso: Penahanan Arsyad Ditangguhkan, Tuntutan Jalan Terus
Ketua RW Berharap Tidak Ada Lagi Arsyad Lain

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Rendy Sadikin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas