Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Golkar Harus Konsisten di KMP Jika Tak Ingin Dihakimi Publik

Heri Budianto menilai calon ketua umum (caketum) Partai Golkar mendatang memang dituntut untuk bisa konsisten dengan arah politik partai.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Political Communication Institute (Polcom) Heri Budianto menilai calon ketua umum (caketum) Partai Golkar mendatang memang dituntut untuk bisa konsisten dengan arah politik partai.

Jika tidak sesuai dengan arah politik yang telah diusung maka partai beringin akan siap menerima penghakiman dari masyarakat.

"Caketum ini mestinya berpikir kalau Golkar bisa besar di 2019, maka mereka harus konsisten dengan sikap Golkar sekarang. Tapi ketika mereka ingin keluar lalu membawa gerbongnya, maka publik akan menghakimi mereka," kata Heri dalam sebuah diskusi di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (21/11/2014) kemarin.

Dia menjelaskan, penghakiman yang paling nyata diterima adalah ketidakpercayaan publik akan kemampuan partai untuk terus berada diluar pemerintahan. Padahal hingga saat ini kiprah Golkar di KMP pun cukup strategis dan signifikan.

"Kalau keluar maka KMP akan hancur. Jadi the real politic maka Golkar menjadi sumbu KMP," kataa Heri.

Heri melihat hingga saat ini dari sejumlah nama caketum yang beredar memang hanya Aburizal Bakrie (ARB) yang berpotensi untuk mengamankan arah politik partai di KMP. Namun begitu meski diapit banyak pesaing, kans ARB untuk terpilih kembali pun cukup besar.

"Kalau ARB maju akan berat bagi yang lain. Dia memang di daerah (DPD 1 dan 2) punya basis dukungan kuat. Setelah itu mungkin Priyo dan selebihnya sepertinya sulit (bersaing)," lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski begitu untuk tetap menjaga keutuhan partai pasca munas, Heri mengingatkan kepada siapa saja caketum yang nantinya terpilih agar menjaga kesolidan partai. Salah satuya dengan menempatkan kader muda didalam tokoh sentral kepartaian.

"Beri kesempatan pada tokoh muda untuk menjadi tokoh sentral. Karena ingat pemilu 2019 nanti pemilih pemula akan mendominasi dan itu yang harus segera digarap oleh Golkar," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas