Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kenaikan Harga BBM Obat atau Racun ?

Kebijakan pemerintah Joko Widodo menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dianggap obat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rahmat Patutie
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kenaikan Harga BBM Obat atau Racun ?
Rahmat Patutie/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebijakan pemerintah Joko Widodo menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dianggap obat yang akan menyehatkan keuangan negara yang tidak sehat yang terus mengalami defisit, serta pemanfaatan yang lebih banyak konsumtif daripada produktif.

Hal itu dikatakan Syarief Hidayatullah anggota Bidang Kesra DHN 45 dalam diskusi "Kenaikan BBM ; Obat atau Racun ? ” Di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2014) siang.

Menurutnya, dana subsidi BBM akan dialihkan pada produk-produk produktif, infratruktur, kesehatan, dan pendidikan masyarakat."Serangkaian proyek raksasa pun dicanangkan antara lain membuat pelabuhan, waduk, dan jalan tol," katanya.

Syarief menuturkan, pihak-pihak yang menentang menganggap, kebijakan menaikan harga BBM merupakan racun bagi masyarakat, karena dampak dari kenaikan itu akan menambah berat beban kehidupan masyarakat hingga barang naik sementara pendapatan tetap.

Menurutnya, salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah meminta penjelasan kepada Jokowi, mengapa berani mengambil kebijakan seperti itu, serta meminta alasan yang dapat diterima oleh akal sehat masyarakat.

"Jika alasannya, tidak masuk akal, biarlah itu urususan pada politisi yang ada di Senayan. Tetapi jika alasannya masuk akal, kita mau tdak mau ya menerima dan mendukungnya," ujarnya.

Selain juga, kata dia, masyarakat harus mengawasi berbagai kebijakan pemerintah Jokowi yang akan memanfaatkan dana subsidi BBM untuk dialihkan kepada pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan agar tepat sasaran.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas