Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Poros Muda Sarankan Munas Golkar Diselenggarakan Saat Hari Valentine

"Agar suasana Munas penuh dengan semangat kasih sayang sesama kader partai. Seperti semangat Valentine," kata Andi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Poros Muda Sarankan Munas Golkar Diselenggarakan Saat Hari Valentine
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Massa Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pro Yorrys Raweyai membubarkan paksa massa AMPG pro Aburizal Bakrie (seragam loreng) di sela rapat pleno DPP soal Munas Golkar di DPP Golkar, Slipi,(25/11/2014). Keributan yang berlangsung singkat ini membuat 3 orang AMPG kubu Arb babak belu dan sekitar sepuluh motor di rubuhkan. Warta Kota/Henry Lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Poros Muda partai Golkar menolak penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) yang sedianya dijadwalkan pada 30 November 2014 di Bali.

Poros Muda Golkar justru menyarankan pelaksanaan Munas pada 14 Februari 2015 mendatang.

"Agar suasana Munas penuh dengan semangat kasih sayang sesama kader partai. Seperti semangat Valentine," kata Andi melalui pesan singkatnya, Jumat (28/11/2014).

Andi mengatakan, Poros Muda Partai Golkar juga meminta agar Jusuf Kalla, Ketua Wantim Akbar Tandjung dan Ketua Mahkamah Partai Muladi harus menjadi inisiator konsensus diantara kedua belah pihak yang bersengketa. Dan dapat mengajak kedua belah pihak untuk menjaga soliditas partai Golkar.

Andi menuturkan, proses pelaksanaan Munas harus di kembalikan pada mekanisme yang ada. Menurutnya, kepanitian Munas dan materi-materi yang akan di bahas dalam Munas, harus di sepakati di rapat pleno DPP secara terbuka dan demokratis.

"Setelah DPP Golkar menyatu kembali, seluruh kader-kader Golkar yg dipecat agar dipulihkan kembali, sehingga semangat kebersamaan dan kekeluargaan partai golkar  dapat erat kembali," tuturnya.

Atas dasar itu semua kata Andi, seluruh kader partai Golkar dapat mengikuti Munas dengan baik. Dan semua kader-kader partai dapat berkompetisi dalam dinamika yg sehat, fair dan demokratis.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sehingga lahir pemimpin baru partai Golkar yang bukan hanya berkualitas tapi juga dengan legitimasi yang kuat," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas