Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Pilih Pemimpin KPK, DPR Harus Voting Terbuka

"DPR harus melaksanakan pemilihan selambat-lambatnya sebelum DPR memasuki masa reses 6 Desember 2014," katanya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Pilih Pemimpin KPK, DPR Harus Voting Terbuka
Warta Kota/henry lopulalan/henry lopulalan
KARTEL RASKIN - Pimpinan KPK Busyro Muqoddas dalam jumpa pres selesai pemaparan hasil kajian bersama dengan lembaga-lembaga negara soal Program Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau yang dikenal dengan program Raskin di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/4). KPK menemukan kartel dan penyimpangan penyaluran raskin. (Warta Kota/henry lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masa jabatan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas akan berakhir pada 10 Desember 2014. Namun, sampai saat ini DPR belum juga memilih penggantinya.

Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai, DPR seharusnya segera melaksanakan pemilihan sebelum seluruh anggota DPR reses pada 6 Desember 2014. Terlebih, calonnya hanya 2 orang.

"DPR harus segera memilih pimpinan KPK dari 2 orang calon yang namanya telah diserahkan oleh presiden," kata Peneliti Hukum ICW, Lalola Easter di kantor ICW, Minggu (30/11/2014) kemarin.

Dirinya menjelaskan, dalam undang-undang KPK Pasal 30 ayat 10 jelas disebutkan DPR harus memilih pimpinan KPK 3 bulan setelah nama diserahkan. Hal ini nyatanya tidak juga dilakukan dengan baik hingga jelang reses.

"DPR harus melaksanakan pemilihan selambat-lambatnya sebelum DPR memasuki masa reses 6 Desember 2014," katanya.

Budaya yang sampai saat ini harus diubah adalah voting tertutup. Untuk kebutuhan pimpinan KPK hal itu seharusnya tidak dilakukan. DPR harus melakukan voting terbuka kalau pemanggilan suara terbanyak harus dilakukan.

"Kami juga mendesak DPR untuk melakukan voting terbuka sehingga publik dapat mengawasi proses pemilihan calon komisioner KPK," kata Lalola.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas