Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penghargaan Achmad Bakrie 2014 untuk Negeri

Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri merupakan tradisi penganugrahan yang dipersembahkan Grup Bakrie

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Penghargaan Achmad Bakrie 2014 untuk Negeri
ist

TRIBUNNEWS, COM. JAKARTA - Pendiri Kelompok Bakrie, almarhum H. Achmad Bakrie, semasa hidupnya, berkomitmen pada pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Itu menjadi sebagian prinsip dan keteladanannya, termasuk menghargai karya-karya terbaik, kreatif serta inovatif bagi kemajuan dan perkembangan positif bangsa Indonesia.

Salah satu bentuk perhatian untuk mengenang komitmen dan harapan almarhum bagi karya-karya terbaik anak bangsa, diwujudkan dalam bentuk penghargaan bagi karya-karya putra-putri Indonesia yakni Penghargaan Achmad Bakrie.

Penghargaan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2003 untuk terus merangsang dan memotivasi anak bangsa menghadirkan karya-karya kreatif dan inspiratif terbaik.

Selain itu pelaksanaan Penghargaan Achmad Bakrie 1 - 11, sudah ada 45 Anak Bangsa Berprestasi yang telah menerima Penghargaan ini. Tahun ini kembali hadir dalam balutan kegiatan Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri.

Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri merupakan tradisi penganugrahan yang dipersembahkan Grup Bakrie sebagai wujud apresiasi kepada tokoh-tokoh inspirasional yang telah berjasa dalam kehidupan bagi bangsa Indonesia.

Para tokoh yang dipilih untuk menerima penghargaan ini ialah insan-insan terbaik dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, serta mereka yang telah membaktikan hidupnya di bidang kemanusiaan. Bentuk penghargaannya berupa trofi, dan piagam.

Rekomendasi Untuk Anda

Acara ini akan dilaksanakan pada Rabu (10/12) mulai pkl 17.00 WIB ini, di XXI Ballroom Djakarta Theatre dan ditayangkan tvOne. Sabtu (13/12) pkl 19.00 WIB, dengan menghadirkan enam tokoh penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri, yakni:

1. Indrawati Gandjar (Sains)
(Lahir di Makassar, 16 Juli 1933)
Indrawati Gandjar menghabiskan lebih dari separuh usianya untuk mengenali dan ikut memetakan pengembangan jagad mikrobiologi. Ia bertanggung jawab meletakkan jamur tempe dan sejumlah mikroba jenis lain yang ada di Nusantara dalam peta jagad mikrobiologi international. Peranananya yang sangat besar dalam mengembangkan dan melembagakan mikrobiologi, khususnya mikologi, di Indonesia membuat sejumlah sahabatnya dari negeri luar dengan takzim menyebut Indrawati Gandjar sebagai Ibu Mikrobiologi Indonesia.

2. I Gede Wenten (Teknologi)
(Lahir di Bali, 15 Februari 1962)
IG.Wenten mulai aktif menggalang kekuatan untuk memulai membangun industry membran di Indonesia. Lahirnya GDP Filter Indonesia (www.gdpfilter.co.id) telah mendorong teraplikasinnya teknologi ini di Indonesia mulai dari alat skala kecil untuk keperluan rumah tangga sampai ke skala besar untuk keperluan industri. Beberapa apklikasi spesifik juga telah dikomersialkan seperti teknologi untuk pengolahan minyak nabati dan re-use oli bekas. Salah satu aplikasi terbesar teknologi membran belakangan ini adalah di bidang pengolahan dan reklamasi air.

3. Gunawan Indrayanto (Kesehatan)
(Lahir di Kediri, 27 Maret 1949)
Gunawan Indrayanto menanggapi kekayaan alam itu, khususnya kekayaan tumbuh-tumbuhannya, dengan meneliti selama puluhan tahun faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kimia bahan alami di sel tanaman, dan mengembangkan metoda analisa yang valid untuk menentukan mutu obat herbal. Penelitiannya, yang dikerjakan dalam berbagai keterbatasan alat dan dana, itu banyak dikutip oleh kalangan akademik dan industri di berbagai penjuru.

4. Mundardjito (Pemikiran Sosial)
(Lahir di Bogor, 8 Oktober 1936)
Mundardjito adalah orang paling depan dalam memajukan, memperkokoh dan memasyarakatkan arkeologi di Indonesia. Ia bukan hanya ilmuwan yang memperbaharui metodologi penelitian di bidangnya, tapi yang juga menjadikan arkeologi sebagai sarana untuk menghidupkan identitas kebudayaan Indonesia.

5. Khoirul Anwar (Ilmuwan Muda Berprestasi)
(Lahir di Kediri, 22 Agustus 1978)
Khoirul Anwar berfokus pada coding theory yang terinspirasi dari saran seorang blind reviewer, saat masih Khoirul menjadi mahasiswa program doktor, bahwa “Communications without coding is useless”. Khoirul juga mendalami information theory yang sangat fundamental untuk teknologi apapun dalam telekomunikasi, bahkan bisa digunakan untuk analsis ekonomi dan statistik. Berkat kematangan pada coding theory dan juga information theory inilah Khoirul banyak memiliki inovasi baru

6. Emil Salim (Pemikiran Sosial)
(Lahir di Lahat, 20 April 1930)
Tentang Emil Salim, sedikit catatan perlu kembali ditambahkan. Meskipun menyatakan tak menolak Penghargaan Achmad Bakrie tahun 2013 lalu, Emil Salim mengusulkan agar penghargaan ini dapat ia terima tahun 2014 ini, setelah demisioner selaku Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Emil salim tampil menyerukan dan bekerja mewujudkan pentingnya dimensi lingkungan dalam pembangunan ketika masyarakat luas termasuk para pembuat kebijakan boleh dikata masih mengidap rabun bahkan buta lingkungan (eco­illiteracy). sejak Orde Baru gencar melaksanakan pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, Emil salim sudah menandaskan bahwa di samping pemerataan pendapatan, lingkungan hidup adalah aspek yang harus diperhatikan agar pembangunan itu bisa berkelanjutan dan mencapai tujuannya yang paling penting. tb

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas