Dirjen PAS Keluhkan Tidak Adanya Detektor Handphone dan Narkoba
Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum Dan HAM Handoyo Sudrajat mengakui masih banyak barang elektronik seperti handphone yang masuk rutan
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Handoyo Sudrajat mengakui masih banyak barang elektronik seperti handphone yang masuk rutan maupun lapas. Menurutnya, hal yang mendasar menyebabkan masih maraknya alat elektronik di Rutan atau Lapas karena minimnya alat pendeteksi.
"Ini kan kaitannya dengan teknologi. Ada alat deteksi yang bisa menemukan keberadaan Hp, meski (dalam keadaan) Hp mati. Tapi kami tidak punya peralatan itu," kata Handoyo di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2014).
Handoyo menuturkan, pihaknya pun tidak memiliki metal detector di Rutan maupun Lapas yang dapat mendeteksi narkoba. Bahkan, pihaknya juga kesulitan untuk pengadaan anjing pelacak yang dapat mengendus handphone maupun narkoba.
"Kami tak punya (anjing pelacak). Tak kuat memberi makan, sehari bisa (habiskan biaya) Rp 100 ribu," tuturnya.
Masih kata Handoyo, semakin hari, para penyelundup baik narkoba ataupun handphone ke Rutan maupun Lapas makin bervariasi. Menurutnya, Sipir harus cermat guna mencegah masuknya alat-alat elektronik atau narkoba ke Rutan maupu Lapas.
"Masalahnya mereka selalu memodifikasi modusnya. Sipir juga harus cermat. Ada yang masukkan narkoba dengan sapu tangan, serbuknya ditaruh di sapu tangan. Barang-barang lainnya bisa ditaruh di dalam pakaian," tandasnya.