Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Radikalisme Harus Diredam Agar Daerah Berkonflik Tidak Berpikir Gabung ISIS

BNPT tengah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan radikalisme sehingga tidak berpotensi menjadi terorisme.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Randa Rinaldi
zoom-in Radikalisme Harus Diredam Agar Daerah Berkonflik Tidak Berpikir Gabung ISIS
Ilustrasi gerakan terorisme 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Radikalisme di berbagai wilayah Indonesia masih saja terjadi. Badan Nasional Penanggulanan Terorisme (BNPT) tengah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan radikalisme sehingga tidak berpotensi menjadi terorisme.

"Semua permasalahan semua bisa dituntaskan dengan mengedepankankebersamaan, senasib berbangsa dan negara,"kata Kepala BNPT, Saud Usman Nasution setelah dialog "Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dengan Pemimpin Redaksi Media Massa Dalam Rangka Pencegahan Terorisme" di Kantor BNPT, Menteng, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan, radikalisme memerlukan penangganan yang cepat
Tujuannya, tindakan radikalisme ini tidak menyebar ke daerah lain karena adanya sikap dendam.

Beberapa faktor munculnya radikalisme yaitu persoalan pertahanan, harta benda yang dikuasai orang lain, rasa tidak puas, kesenjangan sosial, pengangguran serta tunjangan ekonomi harus dicarikan solusinya. Menurutnya, pemerintah harus mampu memberikan solusi agar kecendrungan bergabung dengan kelompok radikal bisa diatasi.

"Pemerintah harus memberikan solusi agar ini tidak menyebar sehingga daerah konflik tidak lagi berfikir untuk gabung dengan ISIS,"ucap Saud.

Ia menuturkan, permasalahan daerah bekas konflik di Poso, Sulawesi Tengah harus ditanggapi secara cepat agar tidak terjadi konflik horizontal dan vertikal. Masalah pengamanan dan mencarikan solusi kesejahteraan sosial merupakan langkah penting yang dilakukan pemerintah.

"Papua juga begitu dengan menyelesaikan dengan baik. Aceh juga banyak masalah yang masih menjadi pengangguran,"kata Saud.

Persoalan daerah bekas konflk tersebut bisa dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga tidak terpengaruh dengan kelompok radikal.
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas