Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Komnas HAM Warning Menteri-menterinya Jokowi Agar Hati-hati Komentari Kisruh KPK Vs Polri

Komentar-komentar sejumlah menterinya Jokowi seputar kisruh Polri Vs KPK disinyalir malah memperkeruh suasana.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Agung Budi Santoso
zoom-in Komnas HAM Warning Menteri-menterinya Jokowi Agar Hati-hati Komentari Kisruh KPK Vs Polri
TRIBUN/DANY PERMANA
Para menteri di Kabinet Kerja Jokowi - JK. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM - Semakin hari konflik antara KPK dengan Polri semakin memanas. salah satu faktornya adalah komentar sejumlah pejabat yang membuat konflik tersebut tak kunjung mereda.

Oleh karenanya Komnas HAM meminta para pejabat tersebut untuk tidak memperkeruh konflik yang eksesnya adalah penegakan hukum terhambat. sebaiknya para pejabat ikut memikirkan dan mencari jalan keluar bagaimana kedua institusi tersebut semakin solid.

"Kami meminta pemegang jabatan, para menteri untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang justru memperkeruh suasana KPK-Polri. Kami menangkap komentar yang dikeluarkan selama ini membuka lagi ruang ketegangan dua lembaga itu," ujar Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis di kantornya, jalan Latuharhari, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Entah siapa menteri yang dimaksud Nur Kholis. ketika ditanya ia hanya menyebutkan komentar menteri tersebut telah diberitakan di media massa.

"Adalah, anda pasti lebih tahu, lihat saja di media," katanya.

Seperti diberitakan sejumlah menteri Jokowi dikaitkan dalam konflik KPK-Polri. dua nama yang santer disebutkan adalah Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdjianto dan Menkum HAM Yasona Laoly. Menteri Tedjo bahkan berulang kali melontarkan pernyataan kontroversial terkait kisruh KPK-Polri.

Berita Rekomendasi

Salah satunya yang menyebutkan masyarakat yang memberi dukungan moril saat pimpinannya ditangkap Polri adalah masyarakat tidak jelas.

Nur Kholis mengaku sudah sejak jauh hari pihaknya memberi peringatan kepada presiden Jokowi untuk bertindak cepat meredakan ketegangan antara KPK dengan Polri. namun entah mengapa peringatan dari Komnas HAM yang berujung seruan Jokowi tersebut tidak menyebabkan konflik mereda.

"Warning kita sudah sejak seminggu lalu disampaikan kepada presiden. hanya saja tampaknya butuh peran lebih besar lagi dari presiden agar konflik usai," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas