100 Pemuda Berprestasi Ikuti ASEAN-Japan Youth Forum
Sebanyak 100 pemuda berprestasi akan mengikuti kegiatan The Asean-Japan Youth Forum
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 100 pemuda berprestasi akan mengikuti kegiatan The Asean-Japan Youth Forum (AJYF), yang akan diadakan di Bengkulu pada 4 Maret 2015 mendatang.
Kegiatan itu digagas oleh Indonesia Student &Youth Forum (ISYF), bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Luar Negeri, Japan Foundation, Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Sekretariat ASEAN, dan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Dalam jumpa pers yang diadakan di Jakarta, Rabu (25/2/2015), Fajar Kurniawan, Presiden Direktur ISYF, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama pemuda dari negara-negara ASEAN, dan Jepang, dalam menghadapi masyarakat ASEAN serta mensosialisasikan pemahaman mengenai masyarakat ASEAN 2015.
"Target kami adanya rancangan kerjasama yang disepakati antar pemuda di Indonesia, ASEAN, dan Jepang," ujarnya.
Selain itu pihaknya menggagas acara ini, karena ingin menjadikan negara Indonesia sebagai pelopor dalam kerjasama di wilayah ASEAN.
"Jumlah anak muda di Indonesia 62,4 juta orang di ASEAN dan Jepang total 60 persen. Kalau mereka berpartisipasi aktif maka akan memberikan dampak signifikan," tuturnya.
Sementara Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Bachtiar Najamudin, menyambut baik acara yang akan didadakan di wilayah Bengkulu tersebut.
"Bengkulu siap menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan AJYF 2015. Kami berharap kegiatan AJYF 2015 dapat meningkatkan kepercayaan dari pemuda, wawasan dan kemampuan yang akan terus tumbuh seiring dengan pengalaman dan waktu yang berjalan. Perlunya keterlibatan dan peran aktif masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemuda menjadi kunci penting bagi terwujudnya komunitas ASEAN 2015," tuturnya, seperti dikutip dari siaran pers panitia.
AJYF tahun ini mengambil tema The Role of Youth of Stremgthening ASEAN-Japan Partnership toward ASEAN Community 2015.
Para peserta yang turut serta dalam AJYF 2015 harus melalui beberapa tahap seleksi yang berlangsung selama 1 bulan. Menurut Fajar, terdapat 1186 orang yang mendaftar menjadi peserta melalui dunia maya, namun hanya 100 orang yang tersaring. Mereka berasal dari negara ASEAN dan Jepang.
Peserta harus memenuhi kualifikasi antara lain, usia dari 17-25 tahun, kemampuan dalam berbahasa Inggris dengan kemampuan komunikasi yang kuat, membuat essai mengenai kerjasama ASEAN dan Jepang, serta dapat bekerjasama dalam tim dengan latar belakang budaya yang bervariasi.
Ke-100 orang peserta yang lolos seleksi, berasal dari negara Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Jepang, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Nantinya, mereka akan mengikuti serangkaian kegiatan yaitu, forum sharing, presentasi pemuda pada masing-masing negara, diskusi fokus kelompok, diskusi kerja kelompok, serta adanya field trip ke sekitar daerah Bengkulu di akhir acara.