Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Laporan Dana Siluman APBD DKI, KPK Minta Data Tambahan ke Ahok

Pelaksana Tugas Komisioner KPK Johan Budi mengatakan data tersebut telah diminta pada Jumat pekan lalu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
zoom-in Laporan Dana Siluman APBD DKI, KPK Minta Data Tambahan ke Ahok
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Plt Pimpinan KPK, Johan Budi, Indriyanto Seno Adji, dan Taufiequrachman Ruki, bersama Pimpinan KPK Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2015). Pimpinan KPK bertemu presiden untuk membahas perkembangan KPK pasca penetapan pimpinan Plt. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta data tambahan terkait laporan dana siluman dalam APBD DKI Jakarta yang dilaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pelaksana Tugas Komisioner KPK Johan Budi mengatakan data tersebut telah diminta pada Jumat pekan lalu.

"Jumat kemarin tim dumas (pengaduan masyarakat) KPK minta data tambahan ke Timnya Ahok. Sekaligus meminta keterangan tambahan," ujar Johan saat dihubungi, Jakarta, Senin (9/3/2015).

Johan menegaskan kasus senilai Rp 12, 1 triliun itu terus diusut KPK. Hal tersebut sekaligus dugaan KPK mengalihkan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung.

"Jadi masih ditindaklanjuti sama KPK," ujar Johan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melaporkan dana siluman dala APDB DKI Jakarta 2015. Ahok menilai ada dalam ABPD tersebut ditemukan anggaran yang digelembungkan. Contohnya pengadaan uninterupptible power suply (UPS) untuk komputer yang nilainya miliaran rupiah.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas