Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Biar Jera, Hehamahua Usul Koruptor Disuruh Bersihkan Got

Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua mendukung adanya hukuman mati bagi koruptor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Biar Jera, Hehamahua Usul Koruptor Disuruh Bersihkan Got
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua keluar dari Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2014). Semua mantan pimpinan KPK berkumpul untuk membahas polemik pelimpahan kasus Komjen BG ke Kejagung yang menuai banyak protes. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS‎.COM, JAKARTA - Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua mendukung adanya hukuman mati bagi koruptor.

Saat ini, Abdullah menilai sulit menghukum koruptor dengan pidana mati meskipun hal itu dimungkinkan karena diatur dalam UU Tindak Pidana Korupsi.

Dimana UU tersebut berisi dalam keadaan tertentu pelaku dapat dipidana mati. Keadaan tertentu yang dimaksud dimana negara dalam keadaan perang atau bencana alam.

"Sampai kiamat tidak bisa hukuman mati," kata‎ Abdullah dalam bincang senator dengan tema 'Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi' di Senayan City, Jakarta, Minggu (15/3/2015).

‎Menurut Abdullah, aturan tersebut dapat dikongkritkan dengan cara merevisi undang-undang tersebut. Ia mencontohkan koruptor yang melakukan Korupsi Rp 50 miliar dapat langsung divonis hukuman mati.

"Kalau tidak mencapai itu tidak perlu. Tapi dimiskinkan atau putusan pengadilan pakai kaos koruptor terus jalan ke Bundaran HI lalu bersihkan got, kalau tidak tobat atau malu ya gantung diri," ujar Abdullah.

Cara lainnya, menurut Abdullah, dengan bekerja di kebun kelapa sawit.

Rekomendasi Untuk Anda

Gaji bulanan koruptor dipotong untuk menutupi utangnya. Sisanya dipakai untuk menghidupi diri sendiri.

Hal itu dilakukan sampai ada perubahan perilaku pelaku.‎ "Sehingga tidak perlu biaya untuk penjara, sehingga hanya ada rumah tahanan. Pilihannya hukuman mati atau sosial. Penjara tak selesaikan persoalan," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas