Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Uchok: Soal Traktor, Mentan Jangan Membual

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dikabarkan baru akan membagikan traktor untuk Ponorogo, pada bulan depan.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Uchok: Soal Traktor, Mentan Jangan Membual
KOMPAS.COM/DOK KEMENTAN
Presiden RI Joko Widodo, Jumat (6/3/2015), turun ke sawah berlumpur untuk menanam padi dengan menggunakan rice transplanter hasil produksi dalam negeri. Presiden didampingi Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dikabarkan baru akan membagikan traktor untuk Ponorogo, pada bulan depan. Hal itu disebabkan lantaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementan barulah cair.

Menanggapi pernyataan Andi, Direktur Centre For Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi menilai bahwa Andi sedang panik, sebab penarikan traktor dari petani hanya membuat Presiden Jokowi malu.

Apalagi sebelumnya Jokowi sudah menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan traktor sebanyak 41 ribu ke seluruh Indonesia. Khusus untuk Ponorogo sebanyak tiga ribu.

"Tetapi setelah Jokowi menyatakan tersebut, traktor ditarik kembali, dan ini sangat menyakitkan rakyat," kata Uchok di Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Selain itu, menurut Uchok, pernyataan menteri pertanian ini bukan sekedar panik, karena menteri Andi harus berpikir serius untuk membagi traktor bagi petani untuk bulan depan.

"kalau tidak mau dituduh 'pembual besar' alias tidak konsisten antara penyataannya dengan kondisi di lapangan karena belum ada lelang pada kementeriannya untuk lelang pengadaan traktor," ujar Uchok.

Sementara, lanjut Uchok, kalau melihat lelang di Kementan pada 18 Maret 2015 atas pengadaan alat mesin pertanian berupa traktor untuk tahun 2015 hanya ada dua lelang traktor sebesar Rp 1,7 miliar.

Rekomendasi Untuk Anda

Pertama, pengadaan traktor pertanian dengan paket anggaran sebesar Rp.650 juta, dan kedua adalah pengadaan traktor besar (1 unit) dan Traktor Mini (1 unit) sebesar Rp 1 miliar.

Adapun tahun 2014, pengadaan traktor pertanian hanya sebesar Rp 640 juta. Sedangkan tahun 2013, ada empat item untuk pengadaan traktor dengan jumlah anggaran sebesar Rp 102 miliar dan tahun 2012, ada lima item untuk pengadaan Traktor, dengan jumlah anggaran sebesar Rp 119 miliar.

Dengan begitu, CBA kata Uchok, meminta kepada Menteri Andi tidak melakukan pengadaan lelang dengan cara penunjukan langsung oleh Kementan. Pasalnya, kalau terjadi, penujukan langsung itu termasuk kategori korupsi.

"Dan terakhir, meminta kepada Mentan untuk segera merealisasikan janji-janjimu, karena janjimu adalah hutang yang harus dibayar. Di mana bulan depan, rakyat harus dapat traktor kembali," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas