Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Paloh Akui Sempat Bahas Golkar dengan Wapres JK dan Agung

Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengakui saat semeja dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Agung Laksono sempat menyoal Partai Golkar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Paloh Akui Sempat Bahas Golkar dengan Wapres JK dan Agung
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ketua Umum NasDem Surya Paloh menerima kedatangan Ketua Umum Golkar Agung Laksono di Kantor NasDem, Gondangdiah Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2015).Paloh juga memberikan dukungan kepada rekan-rekannya di Golkar agar perbedaan pandangan di internal mereka dapat segera berakhir. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh mengaku sempat berbicara soal Golkar dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono.

"Oh iya pasti. Bagaimana nanti Agung dalam kepemimpinannya, supaya bisa membawa Golkar lebih baik," kata Surya kepada wartawan usai menghadiri acara Men's Obsession Awards di hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Dalam acara itu JK, Surya dan Agung duduk satu meja. JK dan Agung kali pertama bertemu di muka umum, setelah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly mengesahkan kepengurusan Golkar versi Agung Laksono.

Surya tak menjawab saat ditanya komitmen Golkar kubu Agung mendukung pemerintah. Namun ia merasa yakin pemerintah pasti menyambut baik kelompok mana pun yang mendukungnya.

"Saya pikir pemerintah menyambut baik segala sesuatu keinginan yang diniatkan, untuk tetap memberikan upaya pembangunan jalannya roda pemerintahan lebih efektif," terang Surya.

Ia yakin Agung akan mencabut dukungan Golkar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan mengalihkannya ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Rekomendasi Untuk Anda

"Golkar bisa menjadi backbone (tulang punggung) utama bagi kekuatan partai pendukung utama, di samping partai koalisi pendukung yang sudah ada sebelumnya," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas