Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pidato Di Hadapan Anggota Parlemen Asia-Afrika SBY Dapat Standing Applause

residen ke-6 RI SBY menjadi keynotespeaker dihadapan perwakilan anggota parlemen negara sahabat dalam Konfrensi Parlemen Asia-Afrika.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Pidato Di Hadapan Anggota Parlemen Asia-Afrika SBY Dapat Standing Applause
Tribunnews.com/Wahyu Aji

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi keynote speaker dihadapan perwakilan anggota parlemen negara sahabat dalam Konfrensi Parlemen Asia-Afrika.

Acara ini merupakan rangkaian dari peringatan 60 tahun Konfrensi Asia Afrika (KAA) yang digelar DPR di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2015).

Menggunakan bahasa Inggris Chair of Global Green Growth Institute ini berpidato mengenang ketika dirinya menjadi Presiden dan menyelenggarakan peringatan KAA ke 50. Dia pun mengapresiasi, setelah 10 tahun berjalan, perekonomian di Asia-Afrika sudah berkembang.

"Kami berharap Asia Afrika bebas kemiskinan. Karena, Asia itu pusat ekonomi, ada Tiongkok dan Jepang. Dan Afrikaakan jadi pusat ekonomi juga, Rwanda," kata SBY.

Dirinya mengatakan ada tiga isu pertama yang harus dibahas dalam konfrensi kali ini. Yaitu, kemiskinan, pembangunan dan kekuatan internasional.

"Ini salah satu tantangan asia-afrika, terutama kerjasama selatan-selatan. Sekarang kita lebih mudah dibanding 60 tahun, kita lebih punya banyak sumber daya alam, yang bisa dibagi merata antara kita," kata SBY.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut dirinya juga menyinggung soal kemerdekaan Palestina. Indonesia, tambahnya, juga sudah memberikan pelatihan kepada ratusan warga Palestina di bidang pembangunan.

Ketua Umum Partai Demokrat ini juga menyinggung tentang dinamika politik yang ada. Menurutnya, apapun model ekonomi dan paham politik yang dianut, tanpa pemerintahan yang baik hal itu tidak akan tercapai.

"Tugas parlemen di dunia harus meyakinkan pemerintah memerintah dengan baik bagi masyarakatnya," kata dia.

Usai pidato selama sekitar 15 menit SBY mendapatkan tepuk tangan meriah atau standing applause dari seluruh hadirin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas