Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bupati Kukar Rita Widyasari Terima Berbagai Penghargaan

Rita Widyasari juga dianugerahi penghargaan atas keberhasilan Kutai Kartanegara masuk peringkat 10 se-Indonesia

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Toni Bramantoro
zoom-in Bupati Kukar Rita Widyasari Terima Berbagai Penghargaan
ist
Rita Widyasari saat penyematan tanda penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo 

TRIBUNNEWS, COM. JAKARTA - Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Ph.D terus memberikan prestasi terbaik untuk daerahnya. Itu terbukti dengan diraihnya tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha atas Kinerja Kepala Daerah Terbaik.

Tanda kehormatan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo kepada Rita di Istana Kemerdekaan, Jakarta, Selasa (28/4).

Pemberian tanda kehormatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-19 yang jatuh pada tanggal 25 April lalu.       

Dalam acara ini Presiden secara langsung memberikan dua tanda kehormatan kepada Gubenur, Bupati dan Walikota se-Indonesia yang terpilih. Tanda kehormatan yang diberikan yakni Samkaryanugraha Parasamya Purna Karya Nugraha dan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nughara.

Sehari sebelumnya, Rita Widyasari juga dianugerahi penghargaan  atas keberhasilan Kutai Kartanegara masuk peringkat 10 se-Indonesia terkait Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Mendagri Tjahjo Kumolo yang langsung menyerahkan piagam penghargaan tersebut dalam upacara hari ultah ke-19 Otonomi Daerah (Otda) yang berlangsung di Halaman Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat,  Senin (27/4).

Sementara itu, selain kepada Rita Widyasari, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa tanda kehormatan pada sejumlah kepala daerah lainnnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tanda kehormatan Samkaryanugraha Parasamya Purna Karya Nughara diserahkan kepada Bupati Tuban, Bupati Purbalingga, Walikota Madiun, Walikota Mojokerto, sedangkan tanda kehormatan Saylancana Karya Bhakti Praja Nugraha diterima oleh Gubernur Jawa Timur, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DI Yogyakarta, Bupati Lamongan, Bupati Pinrang, Bupati Sidoarjo, Bupati Bantul, Walikota Blitar, Walikota Surabaya, Walikota Cimahi, dan Walikota Yogyakarta.

Rita Widyasari adalah satu-satunya kepala daerah dari Kalimantan yang menerima tanda kehormatan Saylancana Karya Bhakti Praja Nugraha.

"Saya sangat bahagia dan senang sekali, bahkan saya tak mampu mengungkapkan kebanggaan ini dengan kata-kata. Apalagi ini merupakan penghargaan yang saya terima secara pribadi sebagai kepala daerah langsung diberikan oleh Bapak Jokowi," ungkap Rita ketika ditanya wartawan setelah menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo.

Dia menyatakan,  tanda kehormatan ini bukan hanya menjadi kebanggaan dirinya saja, tapi ini merupakan kebanggaan Kabupaten Kukar dan masyarakat.

"Penghargaan ini juga tidak lepas dari kerja keras seluruh Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dilingkungan Pemkab Kukar serta dukungan dari seluruh masyarakat Kukar,” ucapnya dengan rasa haru.

SIAP HADAPI MEA                             

Dalam kesempatan itu, Presiden RI Joko Widodo meminta para kepala daerah memanfaatkan otonomi daerah sebagai jalan untuk meningkatkan daya saing daerah sesuai dengan potensi masing-masing.

“Otonomi daerah telah menumbuhkan inovasi dan praktik yang baik. Jika tidak ada otonomi daerah saya yakin inovasi di daerah terbatas,” katanya.

Kemudian dia mengatakan, otonomi daerah harus diletakkan dalam konteks kepentingan nasional dimana masuk ke dalam era globalisasi dan semua harus mampu memenangi kompetisi itu.

Presiden mengingatkan awal 2016 masyarakat ekonomi ASEAN akan berlaku dan semua pihak saat ini belum tahu apa yang akan terjadi.

“Saya titip pada kepala daerah ini disampaikan kepada masyarakat, kita harus siap. Kalau melihat kondisi yang ada saya masih yakin kita mampu berkompetisi dan bersaing dengan negara di ASEAN,” tutur Jokowi.

Untuk menghadapi tantangan itu, Presiden menegaskan perlu banyak langkah yang dilakukan antara lain memperbaiki layanan publik, memperbaiki tata kelola dan membenahi ketimpangan pembangunan.

“Otonomi daerah juga harus menjadi bagian dari upaya mendorong konektivitas antar daerah,” kata Presiden.

Sementara itu,  Mendagri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya mengatakan otonomi daerah saat ini terus berjalan dan diharapkan dapat memajukan daerah sesuai dengan inovasinya.

“Atas arahan presiden kebijakan strategis jangka pendek kami siap untuk melaksanakan otonomi daerah bagi mewjudkan tata kelola yang efesien dan siap melaksanakan reformasi tata kelola daerah dan membangun dari pinggiran,” katanya.

Mendagri menambahkan, “Kebijakan pemerintah daerah harus pro rakyat dan pro perubahan untuk capai target bangsa Indonesia merdeka secara politik dan berdikari secara ekonomi dan gotong royong,” tuturnya.

Peringatan ini dihadiri sejumlah Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia dengan mengusung tema  “Menghadirkan Pemerintah Daerah yang Demokratis dan Melayani Masyarakat dalam Mendorong Terbentuknya Daya Saing, Kreatifitas dan Inovasi dengan Mengandalkan Kekhasan Daerah Demi Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat.

Setelah berhasil membawa Kukar masuk 10 besar dari 416 Kabupaten se-Indonesia sebagai Kabupaten terbaik, Bupati Kukar Rita Widyasari mengaku sangat bangga, apalagi penghargaan ini diraih menjelang akhir masa jabatannya.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bangga sekali bisa membawa Kukar masuk 10 besar,” ungkapnya dengan riang gembira.

GERBANG RAJA

Rita menuturkan, keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ruang lingkup pemerintahan yang dipimpinnya bersama HM Ghufron Yusuf selaku Wakil Bupati-nya. 

“Ini bukti bahwa pelaksanaan managemen pemerintahan kita (Pemkab Kukar,Red.) secara nasional sudah dinilai pantas masuk dalam 10 besar. Ini sangat luar biasa, tentunya kita berharap kepada seluruh SKPD di Pemkab Kukar agar bisa dan harus meneruskan apa yang telah diperjuangkan hingga saat ini, meskipun nantinya bukan saya yang menjadi Bupatinya,” paparnya.

Dengan keberhasilan yang diraih ini, Rita berharap penyelenggaraan Pemkab Kukar akan bisa lebih baik lagi dari sebelumnya, sehingga bisa berdampak dengan kesejahteraan rakyat Kukar.

“Itu yang lebih penting, bagaimana tata kelola pemerintahan ini baik sehingga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kukar sesuai dengan konsep program Gerbang Raja (Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera) itu bisa terwujud dengan baik,” ucap Bupati wanita pertama di Kalimantan ini.

Kemudian, tambah Rita, keberhasilan ini tak luput dari kerja keras semua. Untuk itu, secara pribadi Rita memberikan penghargaan dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala SKPD dibawah kepemimpinannya, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan hingga Pemerintahan Desa yang selama ini sudah melaksanakan tugas dengan baik.

“Ini salah satu bukti dari kerja keras kita semua," tuturnya.         

Jadwal kegiatan Rita Widyasari selama di Jakarta sangat padat. Setelah Senin malam menerima penghargaan dari Mendagri Tjahyo Kumolo, lalu Selasa dari Presiden Joko Widodo, pada Rabu ia mengikuti kegiatan Bapennas di Bidakara yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo. Malamnya, ia kembali menerima penghargaan di Gedung Sapta Pesona.                                             

Meski sebagai kepala daerah jadwal kegiatannya sangat padat, Rita Widyasari masih menyempatkan waktu untuk menjadi pengurus dari cabang olahraga cricket.

Bupati Kukar 2010-2015 yang sangat dicintai rakyatnya ini adalah bendahara dari Pengurus Besar dari Persatuan Cricket Indonesia (PB PCI) 2015-2019 yang diketuai oleh Ketua Komisi IV DPR RI Aziz Syamsuddin. tb

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas