Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tayangan Pidato SBY Soal Ketua Umum Diputar Ulang

SBY hadir dalam video saat dirinya berpidato dalam Kongres Luar Biasa di Bali pada Maret 2013.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tayangan Pidato SBY Soal Ketua Umum Diputar Ulang
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Sejumlah ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat yang dipecat membentuk Kaukus Penyelamat Partai Demokrat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir dalam deklarasi Kaukus Penyelamat Partai Demokrat di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2015).

SBY hadir dalam video saat dirinya berpidato dalam Kongres Luar Biasa di Bali pada Maret 2013.

Dalam pidato penutupan kongres, SBY menyampaikan keinginannya untuk tidak lagi maju sebagai ketua umum Demokrat pada periode selanjutnya.

"Jangan lah saya yang jadi ketua umum lagi. Saya lebih tepat sebagai pembina atau ketua dewan pembina. Partai jangan tergantung dengan figur SBY. Saya harus hilang pelan-pelan," kata SBY dalam video tersebut.

Dalam kesempatan itu, SBY mengaku siap ditunjuk sebagai ketua umum saat itu disebabkan karena keadaan yang memaksa. Sebab ketua umum saat itu, Anas Urbaningrum, harus diberhentikan karena terjerat kasus korupsi.

"Saya minta dua syarat, kalau tidak disetujui sulit bagi saya. Syarat pertama, jabatan ketua umum ini hanya sementara, untuk penyelamatan dan konsolidasi partai. Paling lama dua tahun," kata SBY.

Syarat kedua, kata dia, tidak ada kamus gusur menggusur dan bersih membersihkan. Kader Demokrat harus bersatu untuk menuju kejayaan partai.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bersatu kita teguh, becerai kita runtuh," ucap SBY.

Dengan diputarnya video tersebut, secara tidak langsung dimaknai ditagihnya janji SBY oleh kader Demokrat yang hadir.

"Kami memegang teguh pesan SBY pada Kongres Luar Biasa di Bali bahwa jangan sampai partai ini hanya bergantung pada satu figur. Partai modern adalah partai yang mampu mengembangkan sistem, bukan bergantung pada satu figur," kata mantan Ketua DPC Salatiga Iwan Setyo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas