Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Novel Baswedan Tidak Punya Persiapan Khusus Hadapi Sidang Perdana

Walau berupaya semaksimal mungkin, Muji mengaku pihaknya tidak memiliki persiapan khusus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Novel Baswedan Tidak Punya Persiapan Khusus Hadapi Sidang Perdana
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
PRAPERADILAN POLRI - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan bersama tim pengacaranya ketika jumpapres di KPK, Jalan Rasunasaid, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2015). Novel bersama tim pengacaranya akan gugatan praperadilan Polri dengan tindakan penggeledahan dan penyitaan pribadinya serta pengembalian barang yang disita tersebut. Warta Kota/Henry Lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, secara resmi telah melayangkan dua gugatan praperadilan terhadap Mabes Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sidang perdana akan dimulai pada 25 Mei 2014 yang akan dipimpin hakim Zuhairi. Terkait sidang tersebut, Pengacara Novel, Muji Kartika Rahayu, mengatakan mereka akan mengusahan yang terbaik untuk menang.

"Upaya semaksimal mungkin. Soal menang kalah, bukan di tangan kami lagi," ujar Muji saat dihubungi, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Walau berupaya semaksimal mungkin, Muji mengaku pihaknya tidak memiliki persiapan khusus.

"Tidak ada persiapan khusus. Diikuti saja persidangan," kata Muji.

Sekedar informasi, Novel melalui penacaranya kembali mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polri terkait penggeladahan dan penyitaan tanpa izin pengadilan.

Gugatan pertama dilayangkan pada 4 Mei 2014 terkait penangkapan dan penahanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Novel sendiri ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat kasus pembunuhan seorang pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 silam. Saat itu ia masih berstatus sebagai penyidik Polresta Bengkulu.

Adapun barang-barang Novel yang disita saat ditangkap beberapa pekan lalu, antara lain adalah handphone, laptop, surat nikah, kartu keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP), sertifikat tanah, majalah Tempo yang mengulas kasusnya, modem, buku catatan, serta surat setor pajak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas