Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon Tuding Pemerintah Tak Sensitif Hadapi Pelemahan Rupiah

Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dituding tak sensitif menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Fadli Zon Tuding Pemerintah Tak Sensitif Hadapi Pelemahan Rupiah
Tribunnews.com/Immanuel Nicholas Manafe
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dituding tak sensitif menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat yang mencapai Rp 13 ribu.

"Jadi harusnya pemerintah sekarang ini mempunyai sense kedaruratan. Kalau tidak ada rasa kedaruratan akan bisa dikagetkan dengan situasi dadakan," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Yogyakarta, Minggu (7/6/2015).

Fadli mengaku sudah berkeliling ke setiap daerah. Ia melihat banyak masyarakat merasakan ekonomi semakin sulit. ‎"Saya kira banyak keluhan dari semua sektor ekonomi terjadi penurunan produksi di bidang apa saja," ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut sangat memprihatinkan di tengah melemahnya rupiah. Pelemahan rupiah bisa diatasi lewat ekspor barang, tapi sulit dilakukan. Karena industri dalam negeri membutuhkan komponen impor.

‎"Jadi harus impor dulu baru ekspor. Yang ada akan terjadi kebangkrutan di banyak pabrik-pabrik kalau tidak ada terobosan pemerintah di bidang ekonomi dalam waktu dekat‎," ungkap politikus Partai Gerindra itu.

Fadli menilai persoalan pelemahan rupiah merupakan persoalan serius. Ia meminta pemerintah harus segera mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Apalagi, masyarakat akan segera memasuki bulan Ramadan.

"Kemudian nanti akan ada faktor-faktor eksternal termasuk kenaikan suku bunga, kalau ini terjadi bisa efek penularannya cepat sekali," tutur Fadli.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas