Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kemenag Diminta Gelar Sidang Itsbat Tertutup Tentukan Awal Ramadan dan Syawal

Kementerian Agama diminta melaksanakan sidang istbat untuk menetapkan awal Ramadan dan Syawal secara tertutup.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kemenag Diminta Gelar Sidang Itsbat Tertutup Tentukan Awal Ramadan dan Syawal
salehdaulay.com
Ketua DPP PAN Saleh Daulay. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Agama melaksanakan sidang istbat untuk menetapkan awal Ramadan dan Syawal secara tertutup.

"Tak semua anggota masyarakat memahami perbedaan dalam sidang itsbat. Biarlah persoalan itsbat awal Ramadan menjadi konsumsi tokoh-tokoh agama yang memahami ilmu falaq secara baik," kata Saleh di  Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Saleh mendengar diperkirakan awal Ramadan dan Syawal tahun ini tak ada perbedaan. Hampir semua ormas Islam akan menetapkan awal Ramadan dan Syawal secara bersamaan.

Politikus PAN itu mengatakan, periode pemerintahan yang lalu, sidang itsbat sering sekali disiarkan secara langsung di televisi. Tak dipungkiri banyak masyarakat ingin tahu awal Ramadan dan Syawal.

Sayangnya, terkadang sidang itsbat sering sekali menyisakan perdebatan di tengah masyarakat. Tak jarang ada kelompok yang menyalahkan kelompok lainnya. Padahal, argumen penetapan awal Ramadan dan Syawal belum tentu mereka pahami.

"Kadang ada juga kalimat-kalimat yang tak bijak keluar dari peserta sidang itsbat. Akibatnya, ada kelompok lain yang berbeda pandangan merasa diadili dan dianggap salah. Padahal, pandangan mereka juga memiliki dasar dan rujukan syar'i yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menyikapi hal tersebut, Komisi VIII DPR meminta Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Islam Kemenag melaksanakan sidang istbat secara tertutup. Pemerintah harus menjadi fasilitator yang baik dan adil bagi seluruh umat beragama. Jika ada perbedaan, Kemenag tak boleh berpihak pada satu kelompok tertentu.

"Dirjen Bimas Islam sudah berjanji bahwa sidang itsbat akan dilakukan tertutup. Mereka juga menjanjikan bahwa akan tetap menghormati perbedaan pandangan jika memang ada," kata Saleh.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas