Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Layak Jadi Calon Panglima TNI, Jenderal Gatot Bukan Perwira Karbitan

Presiden Joko Widodo telah menunjuk KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Calon Panglima TNI.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Layak Jadi Calon Panglima TNI, Jenderal Gatot Bukan Perwira Karbitan
TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
OLAHRAGA BERSAMA KASAD Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Gatot Nurmantyo (kanan) memperlihatkan kupon doorprize usai senam bersama jajaran di Lapangan Karebosi Makassar, Sulsel, Rabu (27/5). Olahraga bersama Kasad yang melibatkan TNI dan Polri se Garnisum Makassar sebagai wujud solidaritas dan sinergitas antar lembaga. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA‎ - Presiden Joko Widodo telah menunjuk KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Calon Panglima TNI. Gatot akan menggantikan Jenderal Moeldoko yang akan memasuki masa pensiun.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menilai Gatot layak menjabat Panglima TNI. "Bukan perwira karbitan, yang sampai pada posisi sekarang itu karena bersatu, karena kinerja dan capaian-capaian lainnya," kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2015) malam.

Menurut Tantowi, sosok Gatot muda diterima oleh instansi lainnya. Mengenai pilihan Jokowi yang tidak melakukan penggiliran jabatan Panglima TNI kepada setiap kesatuan, Politisi Golkar itu menjelaskannya.

DPR, kata Tantowi, telah memberikan pandangan bahwa tradisi bergilir tersebut tidak diatur oleh Undang-undang. Sehingga tidak ada keharusan Panglima TNI bergiliran antar kesatuan.

‎"Kata-kata yang benar itu adalah, dapat. Jadi kami sudah memberikan pandangan bahwa sebaiknya tradisi yang ada ini sesungguhnya baik dapat diteruskan, dalam menjaga kondusifitas di tubuh internal TNI," ungkapnya.

Tetapi, hal itu kembali diserahkan kepada presiden yang memiliki hak prerogatif. Presiden juga memiliki pertimbangan lain terkait pengalaman, politik dan kemampuan sosok calon Panglima TNI.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya sekali lagi ini adalah hak prerogatif beliau," tuturnya.

‎Ketika ditanya jadwal uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI, Tantowi belum dapat memastikannya. "Ya sekarang kan baru Selasa, belum tahu. Kita harus rapat internal dulu untuk menentukan ini," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas