Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Transaksional, Pengajuan Sutiyoso Sebagai Kepala BIN

Dipilihnya Sutiyoso tidak didasarkan atas penilaian objektif.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Transaksional, Pengajuan Sutiyoso Sebagai Kepala BIN
Taufik Ismail/Tribunnews.com
Konferensi Pers Imparsial terkait pengajuan nama Sutiyoso sebagai Kepala BIN, di Tebet Utara 2C Nomor 25, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) menilai‎ pengajuan Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) oleh presiden Joko Widodo sangat bernuansa politis dan cendereng transaksional.

Dipilihnya Sutiyoso tidak didasarkan atas penilaian objektif.

"Pengajuan Sutiyoso juga telah mengabaikan penilaian dan pandangan publik,"‎ ujar Direktur Eksekutif Imparsial, Pengky Indarti, di kantornya, Tebet, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Pengky menilai pengajuan Sutiyoso hanya sebagai ajang bagi-bagi kekuasaan. Mantan Pangdam Jaya tersebut kini merupakan Ketuai Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)., yang pada pemilihan Presiden tahun lalu.

"Ini hanya ajang bagi-bagi kue kekuasaan, ketua partai politik pendukung pemerintah yang belum mendaptlan jatah, partai yang lainnya kan sudah, tinggal PKPI, makanya Sutiyoso yang dipilih," katanya.

Meski pemilihan Kepala BIN merupkan hak preogatif presiden, namun sebaiknya presiden Jokowi memerhatikan penilain publik.

Kepala BIN tidak hanya dilihat berdasarkan kemampuan dan kompetensinya saja melainkan juga komitmennya terhadap Hak Asasi Manusia dan pemberantasan korupsi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini kan untuk kebaikan lembaga BIN juga, yang selalu dikaitkan dengan pelanggaran HAM," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas