Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala BIN Berharap Indonesia Tak Ketinggalan Teknologi Intelijen

Indonesia jangan sampai ketinggalan perkembangan teknologi intelijen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Kepala BIN Berharap Indonesia Tak Ketinggalan Teknologi Intelijen
VOA/Yudha
Kepala BIN, Marciano Norman saat menghadiri pernikahan putra sulung Presiden Jokowi di Solo, Kamis malam 11/6 /2015 

TRIBUNNEWS,COM.SOLO—Badan Intelijen Negara atau BIN berharap pergantian kepala BIN selanjutnya akan membuat BIN semakin maju.

Kepala BIN, Marciano Norman, ketika ditemui usai menghadiri pernikahan putra sulung Presiden Jokowi di Solo, Kamis malam (11/6/2015) dalam laman VOA mengatakan Indonesia jangan sampai ketinggalan perkembangan teknologi intelijen.

Menurut Marciano, tekbnologi intelijen menjadi tantangan baru bagi intelijen Indonesia.

“Tantangan intelijen ke depan adalah ancaman global, gangguan tidak hanya di satu negara saja, tetapi juga bisa terjadi di berbagai negara yang sama. Strategi kita yaitu memperkuat jaringan antar intelijen baik di dalam negeri maupun antar negara, badan intelijen dari negara-negara sahabat untuk menciptakan situasi yang aman di berbagai wilayah di dunia. Kalau masalah teknologi intelijen itu sangatlah dinamis, sehingga teknologi yang sekarang kita pakai, bulan depan bisa tertinggal. Makanya, teknologi intelijen juga (harus) selalu diperhatikan perkembangannya.”

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, dalam kesempatan yang sama tersebut mengungkapkan pemilihan calon Kepala BIN menjadi wewenang Presiden. Menurut Tjahjo, pemerintah tinggal menunggu respon DPR terkait pengajuan calon kepala BIN.

“Pencalonan sudah disampaikan ke DPR. Bagaimana UU Intelijen dan UU TNI, saya kira apa yang sudah diputuskan oleh Presiden memiliki pertimbangan yang matang. Apapun sebagai Panglima tertinggi, Presiden memiliki kewenangan untuk memilih calon tersebut. Presiden memiliki mata, telinga untuk masukan atau laporan intelijen terkait hal ini," papar Tjahjo Kumolo.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengajukan nama Sutiyoso kepada DPR sebagai Kepala Badan Intelijen Negara.

Rekomendasi Untuk Anda

Sutiyoso, purnawirawan Jenderal bintang tiga di TNI pernah menjabat Pangdam Jaya saat terjadi peristiwa konflik PDI antara pendukung PDI Soerjadi dengan PDI Megawati yang berujung kerusuhan berdarah dengan sebutan kuda tuli, kerusuhan dua puluh tujuh Juli. Sutiyoso juga pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta dan kini memimpin partai politik PKPI.(VOA)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas