Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tokoh Agama Diminta Jangan Sampaikan Khutbah Bernada Provokatif

Pemuka agama diminta tak mengeluarkan khutbah provokatif kepada umatnya masing-masing, menyikapi insiden penyerangan di Tolikara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Tokoh Agama Diminta Jangan Sampaikan Khutbah Bernada Provokatif
Dokumentasi PBNU
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Fang, saat buka puasa bersama dan santuna anak yatim piatu di PBNU, Jakarta, Senin (6/7/2015). 
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, para tokoh lintas agama memberi pesan kepada seluruh umat agar tidak membuat provokasi.

"Saya imbau kepada semua khatib salat Jumat besok, jangan sampai memberikan khotbah yang bernada memprovokasi," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj di Istana Negara, Kamis (23/7/2015).

Kiai Said mengatakan agar insiden di Kabupaten Tolikara, Papua menjadi pembelajaran seluruh masyarakat. Ia juga meminta pemerintah berlaku tegas terhadap provokator yang menyebabkan insiden terjadi.

"Harus diproses hukum, termasuk aktor intelektual. Penegakan hukum itu juga termasuk menindak aparat keamanan yang menyalahi prosedur. Pemerintah diharapkan secepatnya merehabilitasi fasilitas ibadah dan fasilitas umum," ucap Kiai Said.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt Henriette T. Hutabarat Lebang menambahkan, pihaknya meminta agar para pendeta dan pastor yang melakukan pelayanan ibadah Minggu tidak mengumbar pesan provokatif pada jamaat.

Sementara itu, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia Arief Harsono menganggap bahwa komunikasi antarumat adalah suatu hal yang esensial dalam kehidupan untuk menumbuhkan rasa saling menghargai serta hilangkan kecurigaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dalam komunikasi, kita bisa menciptakan saling respect, dan menghilangkan kecurigaan sehingga kita bisa konsentrasi untuk bangun negeri," kata Arief.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas