Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

NU Ke Depan Harus Mengayomi Seluruh Agama

Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy menyatakan partainya ikut menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in NU Ke Depan Harus Mengayomi Seluruh Agama
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
M Romahurmuziy 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy menyatakan partainya ikut menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama . NU merupakan salah satu organisasi Islam yang melahirkan PPP.

Pria yang akrab dipanggil Romy itu menyerukan agar muktamar‎ dapat tercipta pelaksanaan musyawarah yang aspiratif, sejuk dan tertib.

"Konsep pemilihan pimpinan PBNU, baik rais a'am maupun ketua umum tanfidziyah, hendaknya didasarkan atas aspirasi mayoritas muktamirin, mengingat muktamar sesuai AD/ART NU, adalah forum tertinggi kedaulatan anggota. Pemaksaan konsep tertentu, apakah ahlul halli wal 'aqdi (ahwa) atau lainnya, hanya akan menjauhkan muktamar dari semangat kedaulatan muktamirin," kata Romy melalui pesan singkat, Minggu (2/8/2015).

Pimpinan PBNU ke depan, kata Romy, hendaknya figur yang mampu berdiri di atas dan untuk semua golongan. Ia mengingatkan khittah NU 1926 yang ditegaskan dalam Muktamar NU di Situbondo (1984) dan Lirboyo (2009) harus teguh dijadikan pedoman, untuk tidak membuat NU turun pangkat menjadi milik golongan atau kekuatan politik tertentu.

"Dengan besaran jumlah pengikut dan moderasinya, NU tidak sepatutnya direduksi menjadi hanya alat, bahkan 'onderbouw' kekuatan politik atau golongan tertentu. Pemimpin NU ke depan harus mampu meletakkan dirinya imparsial dalam menjawab tantangan global, bukan mereduksi diri pada kepentingan primordial, taktis, bahkan, partisan," ujarnya.

Kemudian, kata Romy,‎ Jargon 'Islam Nusantara' yang diniatkan mewadahi moderasi dan kesemestaan hadirnya Islam, hendaknya merupakan cerminan ideal salah satu pilar peradaban. Jangan sampai menjadi jargon yang justru ditumpangi kepentingan liberalisme, pluralisme, dan relativisme, agama.

Rekomendasi Untuk Anda

"NU ke depan, adalah NU yang mengayomi seluruh agama, seluruh ormas Islam, seluruh partai politik, seluruh lembaga negara, seluruh lapisan sosial masyarakat, seluruh bangsa Indonesia, dan seluruh dunia," kata Anggota Komisi III DPR itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas