Tribun

Pilkada Serentak 2015

Gerindra Persilakan Sukoto Bakal Calon Wali Kota Surabaya Kembalikan KTA

Sukoto, calon yang belum sempat mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra dan partai lain itu akan mengembalikan KTA

Penulis: Srihandriatmo Malau
Gerindra Persilakan Sukoto Bakal Calon Wali Kota Surabaya Kembalikan KTA
HARIAN SURYA/NURAINI FAIQ
Bakal calon wali kota Surabaya, Sukoto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra mempersilakan bakal calon Wali Kota Surabaya, Sukoto, mengambil langkah frontal menyusul berakhirnya masa pendaftaran pilkada. Termasuk mengembalikan KTA sebagai anggota Gerindra.

Sukoto, calon yang belum sempat mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra dan partai lain itu akan mengembalikan KTA sebagai anggota Gerindra.

"Itu terserah dia. Silakan kalau dia mau keluar. Tidak ada masalah dengan kita," tegas Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Puyuono ketika dikonfirmasi Tribun, Rabu (5/8/2015).

Arief katakan, Gerindra punya dasar kebijakan belum memberikan rekomendasi terhadap Sukoto maju sebagai calon penantang Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana dalam pemilihan walikota Surabaya, Jawa Timur.

"Gerindra punya prinsip maju dalam Pilkada untuk menang. Bukan untuk kalah. Apalagi dalam Pilkada Kota Surabaya, Ibu Rismauli itu masih yang terhebat. Artinya, kalau dipaksakan Gerindra tidak akan menang," ujarnya.

Apalagi, Gerindra sendiri mengakui Risma adalah kepala daerah terbaik dan tanpa cacat, kinerjanya, kemampuan, tidak tercela kasus apapun, kata Arief.

"Kita akui dari sisi kinerja dan elektabilitas, popularitas, kemampuan, dan berdasarkan survei-survei yang ada selama ini, Ibu Risma paling tinggi. Tidak terkalahkan. Bahkan yang mengimbangi saja tidak kita lihat," kata Arief.

Bahkan, tegas dia, Risma adalah sosok kepala daerah yang sangat mumpuni dan berhasil dibandingkan kepala-kepala daerah lainnya.

"Jadi kita lihat itu semua. Sehingga kita belum memberikan rekom ke Sukoto. Kita ingin menang, bukan untuk kalah di Pilkada. Lebih baik kita hold sampai kita dapat tokoh yang mampu menggungguli Ibu Risma," ujarnya.

Sebelumnya, Sukoto, mengambil langkah frontal pasca berakhirnya masa pendaftaran Pilwali. Calon yang belum sempat mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra dan partai lain itu akan mengembalikan KTA sebagai anggota Gerindra.

"Saya kecewa dengan koalisi Majapahit dan lebih baik keluar dari Gerindra saja. Bukankah Gerindra adalah motor koalisi ini," sebut Sukoto Rabu (5/8/2015).

Sukoto sebelumnya rela berjuang demi masuk menjadi anggota partai Prabowo Subianto itu.

Dia mengaku ke Jakarta mengurus KTA. Kini, KTA itu sudah di genggamannya. Namun baru berusia sekitar satu bulan, Sukoto ingin cepat-cepat mengembalikan.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas