Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gus Mus Minta Namanya Tidak Dimasukkan dalam AHWA

Kiai Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus meminta namanya tidak dimasukkan ke dalam anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Husein Sanusi
Editor: Y Gustaman
zoom-in Gus Mus Minta Namanya Tidak Dimasukkan dalam AHWA
TRIBUN/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus saat berbicara hadapan peserta Muktamar Ke-33 NU di alun-alun Jombang, Senin (3/8). Gus Mus menyampaikan hasil kesepakatan para kiai sepuh dan rais syuriyah apabila ada pasal yang tidak disepakati muktamarin akan diselesaikan dengan pemungutan suara. Pasal yang memuat tentang ahlul halli wal aqdi (AHWA) dihapus. Karena menyangkut pemilihan pemimpin baru yang diatur oleh AD/ART NU, maka pasal pemilihan rais aam dan ketua umum merujuk pada hasil sidang Komisi Organisasi yang digelar di Pesantren Mamba?ul Ma?arif Denanyar. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Husein Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG - Kiai Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus meminta namanya tidak dimasukkan ke dalam anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). AHWA terdiri sembilan kiai sepuh yang akan menentukan siapa yang akan menjadi Rais Am Syuriah dan Rais Am Tanfidziyah Nahdlatul Ulama untuk periode akan datang.

"Gus Mus meminta kepada kami agar namanya tidak dimasukkan. Beliau kami posisikan sebagai penengah jika nanti terjadi apa-apa. Kami juga tidak memasukkan nama Kiai Miftachul Ahyar karena beliau adalah penggagas AHWA," kata Sekjen PWNU Jawa Timur, Syafruddin Syarif, di arena Muktamar NU, Jombang, Rabu (5/8/2015).

Sembilan anggota AHWA diusulkan namanya oleh pengurus cabang dan pengurus wilayah untuk kemudian ditabulasi untuk mendapat peringkat. Sembilan nama yang mendapatkan suara banyak akan disaring oleh forum Syuriah untuk ditentukan cocok tidaknya kriteria menjadi AHWA.

Jika AHWA sudah terbentuk maka mereka inilah yang akan melakukan musyawarah untuk menentukan Rais Am Syuriah dan Rais Am Tanfidziyah. Kemungkinan posisi Rais Am akan berasal dari anggota AHWA.

Meski Gus Mus meminta namanya tidak dimasukkan dalam AHWA, peluang beliau untuk kembali terpilih menjadi pimpinan tertinggi NU, Rais Am, masih terbuka.

Ini bisa terjadi jika anggota AHWA menghendaki atau menunjuk Gus Mus kembali menjabat posisi Rais Am."Dengan sistem seperti ini kami seperti tidak memiliki calon sebab kami pun tidak tahu siapa yang akan dicalonkan," ujar Syarif.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas