Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak

Cerita Megawati tentang Risma yang Bingung Tak Ada Lawan di Pilkada Surabaya

"Saya pusing dengan KPU, pilkada harus serentak 269 wilayah. Tapi tidak diatur soal calon tunggal," kata Megawati

Cerita Megawati tentang Risma yang Bingung Tak Ada Lawan di Pilkada Surabaya
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Megawati Soekarnoputri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyinggung persoalan pilkada serentak saat menjadi pembicara kunci 'Hari Konstitusi' di MPR. Hal itu terkait fenomena calon tunggal yang terjadi di pilkada serentak.

"Saya pusing dengan KPU, pilkada harus serentak 269 wilayah. Tapi tidak diatur soal calon tunggal," kata Megawati di Gedung Nusantara V, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Ia mencontohkan Pilkada Surabaya, PDIP mencalonkan pasangan Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Bhuana. Risma sempat tidak memiliki lawan sehingga berpeluang tidak dapat mengikuti pilkada serentak pada 2015.

"Ketika dicintai rakyatnya, seperti Ibu Risma yang tidak punya lawan. bingung sendiri," kata Presiden ke-5 RI itu.

Megawati sempat ditemui Rismaharini terkait persoalan calon tunggal. Wali kota Surabaya itu bingung sehingga harus menghadap Megawati. "Dia bingung enggak ada lawan. Saya (Risma) mesti gimana," kata Megawati.

Megawati lalu menanyakan persoalan tersebut kepada KPU. Menurut KPU, kata Megawati, harus seusai aturan dimana bila tidak ada lawan maka diundur hingga 2017. "Ini memusingkan. Mencari pemimpin, ketika ada malah ada kendala," imbuhnya.

Megawati juga sempat menemui Presiden Joko Widodo agar mengeluarkan peraturan presiden pengganti undang-undang (Perppu). Ternyata Jokowi mengaku tidak dapat mengeluarkan perppu, karena bisa jadi ditolak DPR.

"Saya masih bingung, harus tunggu 2017, terus ada Plt (pelaksana tugas). Alangkah senang Plt, jadi bupati tapi enggak bisa masalah anggaran," katanya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas