Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Megawati Singgung KMP dan Voting di DPR Saat Pidato Hari Konstitusi ‎

Hal itu terkait dengan seringnya parlemen menggunakan voting untuk memutuskan suatu kebijakan

Megawati Singgung KMP dan Voting di DPR Saat Pidato Hari Konstitusi ‎
TRIBUN/DANY PERMANA
Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri (kiri), Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno (dua kiri), Wapres ke-9 Hamzah Haz (empat kanan), dan Wakil Presiden ke-11 Boediono (tiga kanan) mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT ke-70 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2015). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung dua kutub politik di parlemen. ‎Kedua kutub politik itu yakni Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Hal itu terkait dengan seringnya parlemen menggunakan voting untuk memutuskan suatu kebijakan. Padahal, ia mengingatkan kebudayaan bangsa yang tak mungkin luntur yakni musyawarah.

"Setiap kali voting, saya suruh fraksi saya, kalau voting keluar, sudah tahu kalah," kata Megawati saat menjadi pembicara kunci Hari Konstitusi di MPR, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Ia pun mengaku sempat ditanya mengenai voting ‎untuk mengambil suatu keputusan. Megawati tetap menyatakan bahwa musyawarah merupakan bagian dari Pancasila.
‎‎
"KIH-KMP saya bilang so what, kalau voting menang KMP. apakah itu ke-Indonesiaan, dan apakah itu harus terjadi di negara yang merdeka 70 tahun, tak ada artinya, bisa saja Pak Zul (Ketua Umum PAN) masuk PDIP karena setuju MPR lembaga tertinggi, itu adalah politik praktis," ujarnya.

Dengan adanya dua kutub tersebut, Megawati mengatakan adanya saling curiga di parlemen. Padahal, politikus harus mengedepankan sisi kenegarawanan dan tata negara.

"Saat mau bertemu Pak Zul. Itu kan KMP, nanti dibully, saling curiga, tapi no Mega, temui mereka," katanya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas