Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Megawati Soekarnoputri Jadi Pembicara Kunci di Hari Konstitusi

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mendatangi Kompleks Parlemen, Jakarta.

Megawati Soekarnoputri Jadi Pembicara Kunci di Hari Konstitusi
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Megawati Soekarnoputri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mendatangi Kompleks Parlemen, Jakarta. Megawati menjadi pembicara kunci dalam acara 'Hari Konstitusi' yang digelar di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Hari Konstitusi yang jatuh setiap 18 Agustus pada tahun ini mengambil tema "Mengkaji Sistem Ketatanegaraan Indonesia Apakah Sudah Baik?".

Pantauan Tribunnews.com, Megawati mengenakan kebaya putih didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan. Ia juga didampingi Ketua Fraksi PDIP di MPR Ahmad Basarah dan anggota lainnya.

Ketua Umum PDIP itu hadir pukul 09.45 WIB dan langsung masuk kedalam ruang VIP. "Hari ini ada seminar mengenai sistem ketatanegaraan kita apakah sudah sempurna atau belum atau seperti apa," ujar Zulkifli.

Zulkifli mencontohkan saat menerima tamu anggota Kongres AS diketahui dinegara tersebut MK, KY dan MA menjadi satu institusi. Sedangkan di Indonesia, ketiga lembaga itu terpisah dengan ketuanya masing-masing. "Itu akan diseminarkan dan menjadi masukan bagi lembaga kajian MPR," katanya.

Selain Megawati, direncanakan pada pukul 14.00 WIB akan hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga memperingati Hari Konstitusi. "Kita sadar intinya adalah pelaksanaan janji-janji kebangsaan. Pancasila bukan hanya filosofi tapi sungguh menjadi budaya, apalagi 70 tahun kita merdeka," kata Politikus PAN itu.

Ia mengingatkan Indonesia mengalami kemunduran bila masih terjadi persoalan agama. Permasalahan saat ini, kata Zulkifli, terletak pada faktor Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat bersaing dengan negara maju.

"Memiliki tingkatan yang sama hingga tak ada lagi yang menganggur dan miskin, jadi good goverment, tak ribut gedung terus misalnya," ujarnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas