Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2015

Jemaah Calon Haji Indonesia Pilih Tidur Berdesakan Bareng Rombongan

Meski ada kasur kosong di kamar lain, banyak jemaah calon haji Indonesia memilih tidur berdesakan di kamar hotel bersama kelompok atau regu mereka.

Jemaah Calon Haji Indonesia Pilih Tidur Berdesakan Bareng Rombongan
Tribunnews.com/Adi Suhendi
Jemaah calon haji menumpuk satu kamar. Mereka enggan terpisah dari rombongannya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, MADINAH — Meski ada kasur kosong di kamar lain, banyak jemaah calon haji memilih tidur berdesakan di kamar hotel bersama kelompok atau regu mereka.

Itulah yang dilakukan kelompok terbang I Padang Rombongan 10. Sebanyak delapan jemaah memilih tidur berdesakan di kamar di Hotel Fauriziah Al Khair. Padahal satu kamar hanya dapat memuat lima orang.

Amrizalcan selaku ketua rombongan 10 menuturkan rombongannya yang berjumlah 41 orang datang terlambat ke hotel. Saat itu hanya tersedia 18 tempat tidur. Kemudian dicarikan solusi sampai mendapatkan enam kamar. Sehingga penumpukan untuk rombongan tersebut terjadi di dua kamar perempuan dan satu kamar laki-laki.

Sebetulnya sudah ada solusi untuk masalah tempat tidur tersebut di mana masih ada kasur kosong tetapi di kamar yang berbeda dari rombongan tersebut.

"Kami kemudian rapat dan menganggap bila terpisah-pisah tidak bagus, sehingga kami memilih bersama. Kecuali bila ada kamar kosong kami mau,” kata Amrizalcan saat ditemui di pemondokan.

Menyikapi hal tersebut Ketua Seksi Pemodokan Daerah Kerja Madinah, Endang Jumali, menjelaskan bila penempatan jemaah di Madinah sudah menggunakan metode standar di mana penginapan tidak boleh melebih kapasitas yang ada.

Menurut Endang, hal tersebut sudah diatur Kementerian Haji Arab Saudi. Tetapi jemaah banyak yang ingin tetap memaksakan diri bergabung dalam satu kamar dengan alasan tidak mau berpisah dari rombongannya.

“Sebetulnya kami memberikan edaran agar jemaah tetap pada rombongannya dan tidak bisa saat masuk ke kamar hotel dia pindah atau gabung dengan keluarganya. Sehingga kami juga melakukan pendekantan psikologis bahwa aturan di Madinah harus dijaga sesuai kapasitas yang ditentukan,” ungkap Endang.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Nasrullah Jasam, mengungkapkan sebetulnya jemaah banyak yang tidak mau berpisah dari keluarganya atau saudara sekampung. Meskipun dilakukan pengawasan, jemaah akan kembali seperti semula bila diperingatkan.

“Jadi kita imbau jemaah agar sesuai perencanaan tidak melebihi kasur yang ada di kama. Bila jamaah menempati sesuai yang ditentukan tidak akan ada masalah,” kata Jasam.

Ikuti kami di
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Y Gustaman
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas