Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilkada Serentak 2015

Fenomena Calon Tunggal, Megawati: Pakai Saja Kolom Kosong Seperti Pilkades

Kata Mega seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi dan KPU bisa mempergunakan kolom kosong

Fenomena Calon Tunggal, Megawati: Pakai Saja Kolom Kosong Seperti Pilkades
Tribunnews.com/Lendy Ramadhan
Megawati menyampaikan pidato dalam acara pelantikan Badan Saksi Pemilu Nasional dan Badn Pemenangan Pemilu Tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten / Kota, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyesalkan adanya fenomena calon tunggal di pemilihan kepala daerah serentak tahun 2015.

Kata Mega seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi dan KPU bisa mempergunakan kolom kosong seperti pemilihan kepala desa.

"Ini kan masalah teknis sekali. Tidak substantif. Kalau misalnya ada calon tunggal ya sudah pakai saja kolom kosong seperti pemilihan kepala desa," ujarnya saat memberi arahan kepada ratusan pengurus Bapilu PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Mega juga menyayangkan bahwa peraturan yang dibuat KPU begitu rumit apalagi jika sebuah daerah yang mempunyai calon tunggal dipimpin oleh pejabat sementara sesuai dengan ketentuan, maka dikhawatirkan daerah tersebut tidak akan mengalami kemajuan.

"Kalau dipimpin sama Pjs atau Plt, mereka belum tentu mengerti tentang daerah tersebut dan kebijakan apa saja yang dibutuhkan. Sehingga memang harus ada perubahan dari peraturan," kata Mega.

 Ia pun sempat menceritakan saat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini curhat kepadanya.

Tri Rismaharini lanjut Mega khawatir apabila nanti saat pilkada tidak ada lawannya.

"Ibu Risma curhat sama saya, katanya bagaimana nanti kalau saya tidak ada lawannya? Masa harus nunggu 2 tahun? Lalu saya bilang saja ikuti aturan. Dalam hati saya, aturan apa seperti itu?" kata Mega.

Penulis: Amriyono Prakoso
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas