Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kebakaran Hutan di Sumatera dan Kalimantan Menyebar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan kian meluas

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Kebakaran Hutan di Sumatera dan Kalimantan Menyebar
TRIBUN/Doddy Vladimir
Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang memadamkan kebakaran lahan di Jalan Riau Ujung Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, Selasa (4/8). Walaupun Pekanbaru sudah diguyur hujan namun masih ada titik api yang masih menyala. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan kian meluas. Ini membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 13 helikopter untuk penanganan.

Sutopo Purwo Nugroho. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hotspot satelit Modis (Terra dan Aqua) pada Sabtu (29/8) di Sumatera ada 291 hotspot yaitu Bengkulu 7, Jambi 87, Sumatera Selatan 130, Riau 47, Lampung 16, Sumatera Utara 3, dan Sumatera Barat 1. "Di Kalimantan terdapat 231 hotspot," kata Sutopo dalam keterangan resmi, Minggu (30/8/2015).

Asap menyebar luas di Sumut, Sumbar, Riau, Jambi dan Sumsel. Asap di Sumut dan Sumbar sebagian besar berasal dari Riau, Jambi, dan Sumsel yang terbawa angin ke Utara-Timur Laut. Sebagian besar kualitas udara tidak sehat.

Sementara jarak pandang Pontianak 1.500 meter, Pekanbaru 1.500 meter, Rengan 3 km, Pelalawan 2 km, Jambi 1.500 meter. "Pada Jumat-Sabtu (28-29/8) sebanyak 218 SD dan 170 SMP-SMA di Kota Jambi diliburkan karena kualitas udara memburuk," ujar Sutopo.

Dalam penanganan karhutla, sesuai instruksi Presiden Jokowi pada November 2014 dan diulang lagi pada Januari 2015, bahwa penanggung jawab pengendalian karhutla adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Gubernur dan Bupati/Walikota bertanggung jawab di daerah masing-masing. BNPB mendukung upaya penanggulangan bencana asap. BNPB "filling the gap" kebutuhan ektrem yang dibutuhkan.

Untuk mengatasi karhutla maka BNPB mengerahkan 3 pesawat terbang untuk hujan buatan di Riau, Sumsel, dan Kalbar. Selain itu, BNPB mengerahkan 13 helikopter jatuhkan ribuan liter air dari udara. Ratusan ton garam juga sudah disebarkan di awan-awan potensial sejak Juni 2015 hingga sekarang.

Untuk penanggulangan bencana asap ini BNPB menyiapkan Rp 385 miliar, dimana sebagian besar digunakan untuk sewa dan operasional pesawat dan helikopter. "Pemadaman di darat juga terus dilakukan oleh BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri,dan masyarakat," pungkas Sutopo.(Adhitya Himawan)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas