Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PAN Ingin Gabung ke Pemerintah Sejak Zulkifli Hasan Jadi Ketua Umum

Menurutnya, pemerintah butuh dukungan dari berbagai pihak termasuk PAN untuk menyelesaikan persoalan ekonomi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PAN Ingin Gabung ke Pemerintah Sejak Zulkifli Hasan Jadi Ketua Umum
/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) di Istana Negara Rabu (2/9/2015). Konferensi pers tersebut digelar terkait masuknya PAN ke Koalisi Indonesia Hebat yang merupakan koalisi pendukung pemerintah. TRIBUNNEWS/BIRO PERS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya memutuskan bergabung mendukung pemerintah. Pengumuman bergabungnya PAN diumumkan sendiri oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan di Istana Merdeka.

Ketua Mahkamah Partai DPP PAN, M Yasin Kara menuturkan, bergabungnya PAN ke pemerintah bukanlah keputusan yang instant. Menurutnya, PAN sudah lama memikirkan untuk bergabung dengan pemerintah setelah terpilihnya Zulkilfi Hasan menjadi Ketua Umum.

"Setelah penggantian Ketua Umum (PAN ingin gabung pemerintah)," kata Yasin dalam diskusi bertajuk 'Akhirnya PAN Masuk Barisan' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2015).

Yasin menuturkan, dasar PAN ingin gabung pemerintah karena melihat permasalahan ekonomi yang melanda Indonesia. Menurutnya, pemerintah butuh dukungan dari berbagai pihak termasuk PAN untuk menyelesaikan persoalan ekonomi.

"Kita berpikir bangsa ini harus ditolong. Ada ketidakcukupan dukungan politik ke pemerintah yang menyebabkan lambatnya penyerapan anggaran. Harusnya ada program berjalan baik tapi tidak berjalan karena minim dukungan politik," ujarnya.

Yasin pun tidak ingin berbicara PAN keluar KMP atau masuk KIH, dirinya menegaskan PAN bergabung mendukung pemerintah. "Ini tidak bicara KIH-KMP. Kami memberikan dukungan kepada pemerintah. Yang penting kita memberikan dukungan," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas