Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Suryanto: Hujan Badai Itu Cuaca Terburuk di Mekkah

Tahun 2009, pernah banjir bandang. Mobil-mobil sampai hanyut. Tetapi, itu terjadi di Jeddah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Suryanto: Hujan Badai Itu Cuaca Terburuk di Mekkah
Tribun Lampung/Ridwan Hardiansyah
Alat-alat berat tampak di sekitar Masjidil Haram. Foto diambil pada Jumat (11/9/2015) siang, sekitar 4 jam sebelum kejadian alat berat roboh. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ridwan Hardiansyah

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Selama sembilan tahun terakhir membimbing jamaah haji ke Arab Saudi, Pengelola KBIH Almasyur Tulangbawang, Suryanto (45) mengaku, badai yang terjadi di Mekkah pada Jumat (11/9/2015) sore, merupakan cuaca terburuk di Mekkah.

"Tahun 2009, pernah banjir bandang. Mobil-mobil sampai hanyut. Tetapi, itu terjadi di Jeddah," kata Suryanto, Sabtu (12/9/2015) pagi.

Apabila terjadi hujan di Mekkah, Suryanto mengatakan, banjir memang biasa terjadi. Meski begitu, air akan cepat surut dengan sendirinya. Hal tersebut pun tidak menimbulkan dampak signifikan.

"Sejak 2007, saya selalu mendampingi jamaah haji setiap tahun. Tetapi baru kali ini, saya menemui hujan badai seperti itu," kata Suryanto.

Badai di Mekkah membuat sebuah alat berat (crane) jatuh menimpa Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015) sore. Akibatnya, 107 orang jamaah haji meninggal dunia. Sementara, 238 orang lainnya mengalami luka-luka.

"Tahun (haji) lalu, ada juga bangunan roboh. Bangunannya masih dalam tahap proses. Dari jamaah haji tidak ada korban, tetapi tidak tahu kalau pekerja," ucap Suryanto.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas