Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PKS Minta Kemenag Buat Posko Penerangan Jemaah Haji Menuju Tempat Lempar Jumrah

Jazuli juga meminta Kementerian Agama membuat posko penerangan di jalur tenda jemaah Indonesia

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in PKS Minta Kemenag Buat Posko Penerangan Jemaah Haji Menuju Tempat Lempar Jumrah
AP
Ribuan jamaah haji dunia bergerak untuk lempar jumrah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Pemerintah Indonesia serius melakukan evaluasi maktab, terutama pada jemaah sakit di rumah sakit dari maktab 11 dan 67.

"Pemerintah Indonesia harus menempatkan petugas Indonesia di RS sekitar Mina dan Muzdalifah terutama pada tanggal 9-13 Zulhijah untuk antisipasi jemaah yang sakit dan memudahkan koordinasi," kata Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam keterangannya, Jumat (25/9/2015).

Jazuli juga meminta Kementerian Agama membuat posko penerangan di jalur tenda jemaah Indonesia menuju tempat lempar jumroh. Pasalnya, banyak sekali jemaah yang tersesat.

"Bisa berangkat tetapi enggak tahu jalur pulang," kata anggota Komisi III DPR itu.

Petugas kloter, kata Jazuli, harus bertanggungjawab pada seluruh jemaah setiap kloter. Jemaah haji juga harus mengikuti aturan lapangan scara teknis waktu melempar masing-masing negara sudah diatur dan ditentukan.

"Jemaah sebaiknya mentaati aturan," katanya.

Jazuli saat ini berada di Arab Saudi. Ia mengaku mendapatkan undangan dari raja Arab Saudi bersama Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi karena rasa tanggung jawab kepada rakyat terutama jamaah haji Indonesia. Maka begitu mendengar ada insiden langsung ke TKP dan setelah dari TKP langsung cek ke RS Mina Emergency," katanya.

Saat tiba di RS, Jazuli menemukan banyak jemaah Indonesia yang sakit termasuk menemukan korban insiden bernama Ati dari Banjar, Jawa Barat. Namun, dirinya prihatin tidak ada petugas baik dari maktab maupun Kementerian Agama.

"Bahkan menjadi sangat kecewa ketika menghubungi maktab, mereka banyak alasan. Menghubungi nomor daker Mekkah tidak bisa," katanya.

Akhirnya, kata Jazuli, Ketua DPR Setya Novanto menghubungi KJRI dan melakukan penjemputan.

"Pemerintah Saudi harus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan terhadap para tamu-tamu Allah dari berbagai negara," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas