Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berbeda Motif, Tapi Tetap Disebut Batik, Itulah Indonesia

Seperti batik, Indonesia adalah negeri kaya motif, kaya warna, tapi tetap satu bangsa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Berbeda Motif, Tapi Tetap Disebut Batik, Itulah Indonesia
KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIAN
Motif Mega Mendung merupakan salah satu motif khas batik Cirebon 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari ini, Jumat (2/10/2015) adalah Hari Batik Nasional. Tanggal 2 Oktober ini dijadikan Hari Batik Nasional sejak tujuh tahun lalu oleh UNESCO.

Sejak saat itu, batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Surabaya, M Romahurmuziy, keragaman batik adalah cermin keragaman etnik, budaya, bahasa, agama, dan warna kulit di Indonesia.

"Ia beragam tapi mengeratkan. Ia berwarna-warni, tapi menceriakan. Ia berbeda motif, tapi tetap disebut batik. Itulah Indonesia," ujar Rommy kepada Tribun, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Kenapa demikian? Seperti batik, Indonesia adalah negeri kaya motif, kaya warna, tapi tetap satu bangsa.

Mengenakan batik merupakan salah satu bentuk rasa cinta, penghormatan, dan pelestarian akan salah satu produk budaya suatu bangsa.

"Selamat Hari Batik Nasional 2 Oktober! Lestarikan, untuk kekayaan karakter bangsa," pesan Rommy.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas