Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Neta S Pane: Deponering Kasus BW dan Samad Bentuk Pelecehan Kepada Polri

desakan sejumlah pihak untuk menghentikan perkara Bambang Widjojanto dan Samad menurut IPW merupakan bentuk pelecehan terhadap Polri

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Neta S Pane: Deponering Kasus BW dan Samad Bentuk Pelecehan Kepada Polri
www.swatt-online.com
Neta S Pane 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Adanya desakan sejumlah pihak untuk menghentikan perkara Bambang Widjojanto (BW) dan Abraham Samad (AS) menurut Indonesia Police Watch (IPW) itu merupakan bentuk pelecehan terhadap Polri yang sudah bekerja keras melakukan penegakan hukum.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan jika nantinya perkara BW dan AS dideponering maka bukan hanya melecehkan Polri, tapi juga akan menimbulkan kegaduhan politik yang bisa berdampak buruk pada perkembangan ekonomi.

Menurut Neta, meski saat penanganan kasus muncul kontroversial yang tajam, tetap Polri berhasil menuntaskan penanganan perkara BW dan AS hingga P21. Atas dasar inilah, Neta menilai penghentian perkara mereka bisa dinilai sebagai sebuah intervensi hukum dari presiden.

"Dampaknya Presiden Jokowi bisa menjadi bulan-bulanan kecaman dari kalangan oposisi dan kegaduhan politik pun akan terjadi. Jika kegaduhan ini berkembang tentunya akan berdampak pada perkembangan ekonomi," tegas Neta, Minggu (11/10/2015).

Sehingga diutarakan Neta, para penasihat presiden, pakar hukum dan petinggi di Kejaksaan Agung perlu memberikan kajian-kajian yang jernih agar perkara BW dan AS yang sudah P21 segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Ujung dari penegakan supremasi hukum adalah penyelesaian di pengadilan. Proses pengadilanlah yang akan menguji, apakah BW-Samad melakukan tindak pidana atau tidak," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas