Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TNI AU Siapkan Hujan Buatan

Upaya untuk menciptakan hujan buatan kini tengah intensif dilakukan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in TNI AU Siapkan Hujan Buatan
Tribun Lampung/Tribun Lampung/Perdiansyah
Satu Batalyon pasukan Marinir yang berasal dari Brigade Infanteri-3 Piabung di berangkatkan menuju Provinsi Riau, keberangkatan pasukan yang tergabung dalam Satgas Damkar Hutla Brigif-3 Mar ini untuk diperbantukan dalam penanganan kebakaran hutan dan asap, Satgas yang berjumlah 330 personel ini diberangkatkan dengan dua unit pesawat Herkules dari Bandara Raden Inten II Lampung Selatan. Tribun Lampung/Perdiansyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya untuk menciptakan hujan buatan kini tengah intensif dilakukan.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Agus Supriatna, mengatakan bahwa saat ini kondisi awan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (kahutla) sudah berpotensi untuk dimanfaatkan memicu turunnya hujan.

"Kita mulai laksanakan (penciptaan) hujan buatan. Alhamdulillah ada hujan," Agus Supriatna kepada wartawan usai menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).

Hujan buatan itu dilakukan dengan melakukan menebar garam menggunakan pesawat di ketinggian tertentu. Hal tersebut selama ini tidak bisa dilakukan karena tidak tersedia awan untuk memicu turunnya hujan buatan.

Tanggungjawab untuk menciptakan hujan buatan, berada di tanggan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Lembaga tersebut menggandeng TNI AU yang memiliki pesawat, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memiliki peralatan untuk memantau cuaca.

Agus Supriatna mengaku sudah menginstruksikan ke jajarannya yang bergabung dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan untuk mensiagakan pesawat dan helikopter yang ada agar segera dapat mengambil tindakan bila muncul awan yang bisa dimanfaatkan.

Sejauh ini awan yang berpotensi dimanfaatkan sebagian besarnya muncul bukan di lokasi bencana, seperti di Aceh dan di Sumatera Utara. Sedangkan awan yang diharapkan bisa memicu turunnya hujan, harus berada di lokasi bencana, agar hujan bisa turun menyirami titik-titik api.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah ini juga, makanya teman-teman bisa mendoakan wilayah-wilayah dekat Jambi, Palembang. Kalau ada awan, Insya Allah kita mulai akan buat," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas