Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Agung Laksono Ingin Munas Golkar, Aburizal Menolak

Mahyudin menuturkan, untuk mewujudkan islah permanen di internal Golkar hendaknya harus ada pihak yang mengalah untuk menekan ego.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Agung Laksono Ingin Munas Golkar, Aburizal Menolak
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie (kedua kanan), Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono (kiri) dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan usai acara Syukuran dan Silaturahmi Nasional Partai Golkar di Jakarta, Minggu (1/11/2015). Silaturahmi nasional itu diharapkan menjadi awal bersatunya Partai Golkar sekaligus dalam rangka persiapan menghadapi pilkada serentak. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Golkar, Mahyudin, mengapresiasi adanya silaturahmi nasional (Silatnas) partainya yang dihadiri para petinggi dari kedua kubu yang berseteru.

Menurut Mahyudin, Silatnas merupakan sarana menuju tercapainya islah permanen di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Secara kekeluargaan sudah terjadi Silatnas Golkar, itu sudah terbangun komunikasi yang baik antar kader Golkar. Tapi harus ada follow up dari Silatnas itu," kata Mahyudin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Mahyudin menuturkan, untuk mewujudkan islah permanen di internal Golkar hendaknya harus ada pihak yang mengalah untuk menekan ego.

Ia berpandangan, kalau tidak ada pihak yang mengalah baik Aburizal maupun Agung maka islah permanen rasanya sulit tercapai.

"Kalau tidak ada yang mengalah, Silatnas menjadi hambar. Bisa Pak Aburizal mengalah atau Pak ARB mengalah," tuturnya.

Karena saat ini menurutnya, baik Aburizal maupun Agung sama-sama mempertahankan ego. Agung Laksono contohnya yang ngotot untuk digelarnya musyawarah nasional, sedangkan Aburizal tak berkenan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau sama-sama ego kan berarti belum ketemu. Saya pribadi siapapun ketua umumnya tidak masalah," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas